Manajemen Persik Kediri bersikap lunak terhadap pemain mereka yang mengikuti laga antar-kampung atau biasa dikenal dengan sebutan tarkam saat kompetisi kembali mengalami penundaan seperti saat ini.
Manajemen Macan Putih tidak akan menjatuhkan sanksi sepanjang sang pemain mampu menjaga kondisi agar tak cedera. Manajemen juga mewanti-wanti pemain yang tampil di tarkam agar mematuhi protokol kesehatan.
Baca Juga : MMGA Ingatkan Pemkot Malang atas Janji Telusuri Yayasan Arema 11 Agustus 1987
Media Officer Persik Kediri Anwar Bahar Basalamah mengakui, soal tarkam itu kembali ke pilihan masing-masing pemain. Ia tak bisa menghalangi pemain karena klub saat ini masih vakum berlatih.
"Larangan sih tidak ada. Cuma kami meminta pemain untuk berhati-hati karena tarkam bukan kompetisi profesional," ungkapnya.
Lebih lanjut, Basalamah memilih melihat sisi positif partisipasi pemainnya dalam tarkam, yakni membantu menjaga kebugaran. "Hitung-hitung menjaga latihan rutin serta menambah imun di masa pandemi covid-19. Ikut tarkam juga membantu penghasilan mereka di masa vakum kompetisi," ucapnya.
Diketahui, kompetisi sepak bola tanah air kembali mengalami penundaan. Seharusnya kompetisi dimulai pada 1 Oktober 2020. Namun harus tertahan lantaran tak mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian.
