Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Ini Alasan Mengapa Bupati Malang Rendra Kresna Minta Tari Topeng Bapang

Penulis : Nana - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Dec - 2017, 21:30

Placeholder
Handoyo (39), seniman dan pengajar topeng Malangan, saat ditemui di sanggarnya. Dia mengatakan bahwa tari topeng bapang yang akan ditampilkan nanti merupakan permintaan bupati Malang, Jumat (01/12) (Foto: Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tari topeng bapang masal yang akan dilehat oleh 5.000 penari di sepanjang jalan Pantai Ungapan Minggu (03/12) lusa ernyata merupakan permintaan khusus dari orang nomor satu di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Permintaan khusus Bupati Malang Dr H Rendra Kresna untuk menyuguhkan tari topeng bapang yang merupakan salah satu ikon seni tradisi Malangan kuno itu ternyata memiliki alasan-alasan khusus.

Hal itu disampaikan Handoyo, seniman topeng Malangan yang merupakan cucu dari maestro topeng Malangan almarhum Mbah Karimun. "Iya permintaan karakter bapang ini dari Bapak Bupati. Tentunya ada beberapa alasan kenapa bapang yang diangkat nanti," kata Handoyo kepada MalangTIMES, Jumat (01/12) di sela-sela kesibukannya menyelesaikan ribuan topeng bapang.

Para perajin topeng dari warga sekitar desa Karangpandan, Pakisaji sedang menyelesaikan pembuatan 5.000 topeng (Nana) (Foto: Nana/MalangTIMES)

Tari topeng bapang yang merupakan bagian dari lakon panji dipilih Rendra karena karakternya sesuai dengan masyarakat Kabupaten Malang. "Bapang merupakan kesatria yang memiliki pangkat adipati banjar patroman. Memiliki watak gagah berani. Ini salah satu alasan tari ini diangkat dalam rangkaian MBF (Malang Beach Festival)," ujar Handoyo kepada MalangTIMES.

Selain sisi karakteristik, gerakan tari topeng bapang juga tergolong sederhana dibandingkan dengan tarian lainnya dalam lakon panji. Bapang didominasi gerak tangan terbuka dan terbentang lebar yang mencirikan keberanian dan keteguhan. Dominasi gerak bapang yang terbilang sederhana inilah yang menjadi salah satu alasan tarian ini dilehat dengan melibatkan 5.000 penari.

Handoyo yang juga seniman dan pengajar tari topeng Malangan juga menyampaikan, hal itu menjadi salah satu faktor tari topeng bapangan diangkat dalam MBF. "Ragam geraknya sederhana. Cocok untuk ditampilkan dengan ribuan penari di tempat umum," ujarnya.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Dia juga mengatakan, para penari topeng bapang di Pantai Ungapan nanti adalah anak SD sampai SMP. "Dengan penari anak-anak tersebut, tentunya kita butuh gerak tari yang sederhana. Yang bisa cepat dipelajari dan dikuasai. Tari bapang ini cocok untuk persoalan tersebut," ucap lelaki berusia 39 tahun ini.

Apalagi, adanya harapan bahwa gelaran tari topeng masal ini masuk dan tercatat dalam Muri (Museum Rekor Indonesia). Seperti diketahui, untuk tercacat dalam Muri, sebuah kegiatan wajib memiliki keunikan. Baik secara material, kuantitas peserta serta hal lain yang belum pernah diwujudkan oleh orang lain. Kalaupun kegiatan tersebut sudah pernah dilakukan, seperti tari topeng masal, agar masuk dalam Muri, wajib lebih dahsyat daripada yang sebelumnya.

"Kota Malang pernah melakukannya dan tercacat di Muri dengan jumlah 1.300 penari. Besok, 5.000 penari akan tampil di Ungapan membawakan dramatari bapang ini. Tentunya akan tercatat Muri karena jumlah penarinya berkali lipat yang sudah ada," pungkas Handoko. (*)


Topik

Peristiwa malang berita-malang the-heart-of-east-java Malang-beach-festival-2017 malang-beach-festival-2017 topeng-bapang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nana

Editor

Sri Kurnia Mahiruni