MALANGTIMES - Puluhan warga Tionghoa di Kota Malang hari ini merayakan Hari Besar Dewi Kwan Im Pho Sat. Perayaan itu ditandai dengan ibadah persembahyangan di Kelenteng Eng An Kiong.
Umat yang datang tampak khusyuk berdoa, Baik secara individual dengan menancapkan dupa di hio lo atau cawan khusus pedupaan. Ada pula yang sembahyang secara bersama-sama di altar utama. Berbagai hantaran sesajian juga tampak digelar di meja altar.
Ketua Bidang Agama KElenteng Eng An Kiong Herman Subianto mengungkapkan, peringatan tersebut merupakan wujud syukur terhadap Dewi Kwan Im Po Sat karena telah banyak menolong masyarakat Tionghoa. Terutama memberi kebahagiaan bagi semua makhluk.
Terlebih, Dewi Kwan Im Po Sat ini lebih dikenal oleh masyarakat Buddhist sebagai sosok dewi welasasih atau Bodhisatva Avokalitesvara. "Upacara ini dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Yakni setiap tanggal 19 pada bulan 2, 6 dan 9 kalender kami," ujar dia.
Herman menguraikan, yang terpenting dalam upacara ini adalah ketulusan dan keikhlasan dan niat suci umat Tridharma. Inti upacara ini mendoakan untuk kebahagiaan mahluk hidup di dunia. Sehingga, tidak ada paksaan dari siapapun untuk melaksanakan atau tidak melaksanakannya. "Ada sekitar 60 umat yang hadir. Selain prosesi sembanhyang, hingga Kamis (9/11/2017) ada pengajian atau pembacaan kitab suci," terangnya.
Umat yang datang beribadah rata-rata memiliki doa khusus yang ingin disampaikan kepada Tuhan. Misalnya Liliyana yang mengaku ingin mendekatkan diri dengan Tuhan dan memuja atau menghormati Dewi Kwan Im Po Sat. "Semoga Sang Dewi mengabulkan harapan saya, agar memperoleh ketenangan dan ketentraman hati sehingga pekerjaan lancar," ujarnya.
Jamaah lain, Gunanto, mengaku berdoa agar usaha dagangnya dapat berjalan lancar dalam setahun ke depan. "Ya berdoa semoga rezekinya lancar. Nanti uangnya dapat digunakan untuk kepentingan pribadi ataupun untuk kepentingan umat, untuk berdarma bagi orang-orang yang membutuhkan," tuturnya. (*)
