MALANGTIMES - Setumpuk permasalahan kemanusiaan di Malang menggerakkan hati mahasiswi cantik bernama Azmi Indah. Meski demikian, tugas utama sebagai mahasiswi tetap nomor satu.
Baca Juga : Fashion Hijab Wud Hadirkan Koleksi Baru, Pertahankan Bisnis Saat Pandemi Covid-19
Wanita yang mengenyam studi di Universitas Brawijaya (UB) ini tergerak turun tangan menjadi tenaga relawan kemanusiaan baik di bidang kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan hidup.
Di bidang kesehatan, Azmi dan sejumlah rekan menjadi relawan bagi penderita stroke. "Saya dan teman-teman di komunitas sosial bernama Tangan Muda yang bergerak untuk promotif dan preventif penyakit degeneratif khususnya penyakit stroke," cerita wanita kelahiran 1996 ini kepada MALANGTIMES, Kamis (19/10/2017).
Kepedulian Azmi pada bidang kesehatan juga mencakup bidang gizi lantaran ia tergabung dalam dalam Putra Putri Gizi Kota Malang. "Di bidang gizi saya sudah lama tertarik karena pernah mengikuti olimpiade gizi," tutur dia.
Aksi sosial Azmi tak sebatas pada bidang kesehatan saja, ia juga aktif mengkampanyekan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
"Sejak SMA saya sudah menjadi ketua di Green Earth Community karena menurut saya sedari muda kita harus peduli pada lingkungan sekitar," kata pemilik akun Instagram @azmiindahp ini.
Tidak saja lingkungan hidup, Azmi juga punya kepedulian besar pada perkembangan lingkungan pergaulan anak-anak di Kota Malang hingga ia didapuk sebagai Duta Lingkungan Anak Kota Malang oleh Dewan Perlindungan Anak (DPA) Kota Malang.
Baca Juga : Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia Bisa Cegah Covid-19? Unik atau Seram Ya?
Menjadi aktivis di berbagai bidang kemanusiaan dirasakan Azmi bukan semata sebagai sebuah kebanggaan. Wanita berhijab ini mengaku justru sedih lantaran banyak anak muda yang belum peduli dengan isu-isu kemanusiaan yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.
"Karena enggak semua orang memiliki kepedulian terhadap sosial dan lingkungan sehingga saya dan teman-teman punya banyak PR yang harus kami lakukan," ujar dia.
Meski jadwal kegiatan sosial yang lakoni super sibuk, Azmi punya prinsip tetap menomorsatukan bangku pendidikan. Mahasiswi semester tujuh jurusan Ilmu Gizi Universitas Brawijaya (UB) ini bertekad menyelesaikan studi tepat waktu.
"Prinsip saya kegiatan non akademik di luar kampus tidak boleh mengganggu akademik dan keduanya harus berjalan beriringan," pungkasnya. (*)
