Demo Lagi, Angkot Mulai Kehilangan Simpati Warga (5)

Sejarah Panjang Demo Angkot di Kota Malang, Berikut Penelusuran MalangTIMES

Sep 25, 2017 17:33
foto istimewa
foto istimewa

MALANGTIMES - Aksi demonstrasi dan mogok massal tampaknya sudah menjadi rutinitas para sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang untuk menyampaikan aspirasinya.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Dalam tiga tahun terakhir atau sejak 2014 lalu, setidaknya ada empat kali aksi penolakan moda transportasi baru yang dilakukan. Dua di antaranya untuk menolak transportasi berbasis aplikasi alias transportasi online. 

Beredar kabar bahwa besok (Selasa, 26/9/2017) ribuan sopir angkot bersepakat memadati area Bundaran Tugu dan depan Stasiun Kotabaru dengan memarkir angkot mereka.

Jika terlaksana, maka tahun ini merupakan aksi ketiga dengan tuntutan yang sama. Yakni menolak transportasi online sekaligus meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pelarangan operasionalnya.

Berdasarkan data MalangTIMES, aksi pertama digelar para sopir pada 20 Februari 2017 lalu. Saat itu mereka mengajukan keberatan atas operasional taksi onlinekarena dinilai mengurangi pendapatan para sopir konvensional hingga 60 persen. 

Aksi mogok sopir angkutan umum, ternyata terkait keberadaan alat transportasi online seperti Go-jek dan Grab. Mereka keberatan dan merasa dirugikan dengan keberadaan transportasi yang memanfaatkan teknologi Android itu. 

Sepekan selanjutnya, pada 27/2/2017, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan mediasi dengan mempertemukan perwakilan sopir angkutan konvensional dan sopir angkutan online. Hasilnya, disepakati penetapan zonasi atau batas-batas lokasi yang 'diharamkan' bagi pengemudi transportasi online mengambil penumpang.

Namun kesepakatan itu tampaknya tidak cukup, berselang seminggu ribuan sopir kembali mengadakan aksi mogok.

Saat itu aksi digelar besar-besaran selama ltiga hari mulai Senin-Rabu (6-8/3/2017) di depan Balai Kota Malang. Mereka tidak puas dengan kesepakatan yang dibuat sebelumnya dan meminta angkutan online ditutup total. 

Saat itu disepakati pihak Pemkot Malang akan berkoordinasi dengan provinsi dan Kementerian Perhubungan. Juga menetapkan bahwa yang boleh beroperasi hanya kendaraan yang sudah mengantongi izin dari Pemprov Jatim. 

Kondisi sempat kondusif selama beberapa bulan terakhir. Namun ketenangan itu terusik saat 1 Agustus lalu putusan Mahkamah Agung (MA) menganulir 14 pasal dalam Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor PM. 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Massa angkot konvensional kembali bergolak dan berencana melakukan aksi kembali pada Senin (18/9/2017) lalu, tapi aksi itu batal.

MalangTIMES mencatat sejak 2014 beragam penolakan dilakukan para sopir angkot dengan melakukan mogok massal.

Ratusan sopir taksi menggelar demonstrasi sambil memarkir kendaraannya di depan Balaikota Malang, Rabu (5/3/2014). Mereka  menolak taksi Blue Bird masuk Kota Malang.

Sejarah Panjang Demo Angkot di Kota Malang

Alasan penolakan masuknya Blue Bird itu, karena jumlah taksi yang beroperasi di Kota Malang sudah banyak. Jika dipaksakan, maka penghasilan para sopir taksi yang sudah ada akan semakin minim.

Lalu pada September 2014 angkot kembali demo. Demo tersebut dipicu oleh kebijakan pemkot yang bermaksud menerapkan sistem one way (satu arah) di beberapa jalan protokol.

Kebijakan itu untuk mengatasi problem kemacetan parah yang terus terjadi. Meski baru pada tahap uji coba, namun para sopir angkot biru tersebut tidak bisa menerima kebijakan ini. Mereka beralasan akan kesulitan mencari penumpang jika kebijakan tersebut akan diterapkan.

Tahun selanjutnya, pada Januari 2015 ratusan sopir angkot dari semua jalur di Kota Malang menyerbu balaikota. Sopir angkot itu menentang beroperasinya bus sekolah yang dijalankan gratis oleh Pemkot Malang.

Menurut sopir, kehadiran bus sekolah justru menambah beban sopir. Sebelum adanya bus sekolah, pendapatan sopir minim karena banyaknya warga mengendarai motor.

Topik
demo angkot di malang 2017angkot mogokDemo Angkottransportasi onlineKota Malangtransportasi online

Berita Lainnya

Berita

Terbaru