Pagi ini dua Bus Pariwisata yang membawa rombongan pemulangan santri PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tiba pukul 10:00 WIB, Jumat (27/3) di depan Masjid Baitul Hakim Madiun.
Bus tersebut menampung sekitar 100 orang dari berbagai titik pemulangan seperti Nganjuk, Magetan, Ponorogo, Ngawi dan Madiun.
Pondok yang mendidik lebih dari 10 ribu santri tersebut memulangkan santrinya secara gratis dengan bus pariwisata sampai daerah asal masing-masing santri. Mereka diturunkan di alun-alun masing-masing kota yang kemudian dijemput oleh pihak keluarga.
Pemulangan santri tersebut menindaklanjuti keputusan bersama Majelis Pengasuh, Pengawas dan Pengurus Harian Yayasan PP Bahrul Ulum pada tanggal 24/3 lalu dan ditandatangani oleh pengurus pondok seperti Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Ketua Majelis Pengasuh KH.Moh.Hasib Wahab Chasbulloh terkait Antisipasi Penyebaran Covid-19. Santri diliburkan hingga 02 Juni 2020 mendatang.

Santri yang sudah dijemput satu per satu menuruni tangga bus tersebut, sementara yang lain diimbau untuk menunggu di dalam bus selama orang tua mereka belum menjemput, hal itu dilakukan sesuai prosedur medis dari pihak Ponpes.
“Para santri harus tetap ada di dalam bus hingga anggota keluarganya menjemput, setelah itu baru turun, memakai hand sanitizer yang sudah kami siapkan dan melakukan absensi serta laporan kepada pengurus, itu semua dilakukan sesuai prosedur dari Ponpes,” ujar Mochammad Fuad Habib selaku Pengurus Harian Ponpes Bahrul Ulum.
Dewa (15) berseri wajahnya ketika melihat sang bunda, ayah tercinta dan adik laki-lakinya menghampirinya di depan Masjid Baitul Hakim, cium tangan sebagai tanda berbakti dan kerinduan yang mendalam kepada orangtua tercinta membuatnya sedikit terlihat berkaca-kaca.
Tak heran banyak santri yang merasa sangat bahagia bertemu keluarga tercinta, ”Senang bisa pulang gratis,” tanggapan Dewa santri asal Saradan yang sedang menunggu keluarganya.
Selain itu selama diliburkan pihak Ponpes berharap para santri tetap menjaga nama baik Ponpes. Seperti yang disampaikan Mochammad Fuad Habib bahwa setiap santri wajib menjaga nama baik almamater.
“Dan yang paling penting kalau pulang nama santri itu jangan sampai menghilang, tetap jadi santri,” ucapnya.

Mochammad juga menambahkan bahwa bulan puasa nanti akan ada ngaji kilatan (ngaji kitab hataman bersama Abah Kyai selama 17 hari) kegiatan tersebut nantinya dilakukan secara online live streaming melalui chanel youtube resmi Ponpes “Tambakberas TV”.
Tidak ada yang berubah meskipun para santri dipulangkan, mereka tetap dipantau. “Pembelajaran dipantau secara online, dan ada grup untuk wali santri jadi wali santri tetap memantau putra-putrinya,” tambah Mochammad yang juga santri asal Sidoarjo tersebut.
Bus beranjak setelah memastikan rombongan santri sudah dijemput keluarganya. Pemulangan santri dilakukan sebanyak tiga kloter sampai hari Minggu 29/3 nanti. Besoknya bus tersebut akan mengantar rombongan santri lainnya seperti Kediri, Tulungagung, Trenggalek dan Blitar.
Sementara itu pihak pengurus yayasan mengimbau kepada seluruh santri asal Jombang dan Mojokerto agar wali santri yang menjemput tidak masuk ke area pondok, hanya diperkenankan menunggu di depan gerbang pondok.
