Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Pembantai Kambing Tegalgondo Adalah Vampire Dog?

Penulis : Dede Nana - Editor : Lazuardi Firdaus

14 - Sep - 2017, 23:44

Placeholder
Ilustrasi sosok Vampire Dog yang diduga menjadi penyebab kematian 21 kambing warga Tegalgondo, Karangploso. (Sumber : unilad.co.uk)

MALANGTIMES - Dianggap misterius, kematian belasan kambing dengan luka di leher dan bagian perut yang menimpa kambing milik tiga warga di Dusun Ketangi, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, disinyalir ulah vampire dog.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Vampire dog atau anjing liar memang tidak memakan daging korbannya tersebut, tapi hanya mengisap darah, disinyalir menjadi penyebab 21 kambing mati dengan cara tidak lazim.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Sudjono, bahwa ada kemungkinan penyebab kematian kambing disebabkan oleh vampire dog.

"Ini masih dugaan yang didasari kambing yang mati secara fisik utuh," ujarnya, Kamis (14/09) setelah acara peringatan puncak lingkungan hidup di Talok, Turen.

Selain hal tersebut, Sudjono juga menyampaikan dugaannya juga berdasarkan hasil diagnosa dari hewan ternak yang diserang, yaitu kambing diisap darahnya saja. "Hewan ini memang hanya menginginkan darah segar dari hewan ternak. Karena itu tubuh kambing yang mati tidak dimakannya," imbuh Sudjono.

Musim kemarau pun bisa jadi yang memicu vampire dog turun dari tempatnya untuk mencari makan ke wilayah permukiman penduduk. Karena stok makanan vampire dog semakin berkurang dengan mulai masuknya musim kemarau yang akan terlihat panjang di tahun ini.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

"Musim kemarau menyebabkan hewan buas kesulitan mendapatkan makanan hingga turun meninggalkan habitatnya mencari makan," urai Sudjono.

"Ini masih dugaan sementara. Kita masih menyelidiki kasus ini bersama dinas  Provinsi Jawa Timur," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara oleh Dinas Peternakan Provinsi dan UPT Laboratorium Keswan Pakis, kambing milik warga tersebut mati dengan kondisi kehabisan darah. 

Sudjono berharap, agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi, masyarakat  lebih waspada dalam mengawasi hewan ternaknya terutama saat malam hari. "Kita imbau juga para pengawas ternak di seluruh wilayah kecamatan, agar terus waspada bersama warga," pungkas Sudjono.


Topik

Peristiwa Pembantai-Kambing Tegalgondo Vampire-Dog



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dede Nana

Editor

Lazuardi Firdaus