MALANGTIMES - Berdirinya Alfamart baru di Jalan Batang Hari, Klojen, Kota Malang, dikeluhkan pemilik toko tradisional di sekitarnya. Betapa tidak. Alfamart yang baru beroperasi sekitar lima bulan tersebut membuat omzet pedagang kecil di sekitarnya menurun drastis.
Penurunan omzet salah satunya dialami Arba'i, yang mempunyai toko bersebrangan dengan Alfamart tersebut, bahkan nyaris tepat di depannya. Ia mengaku, semenjak kemunculan Alfamart baru itu, pembeli di tempatnya menurun dratis. Meski masih ada beberapa pembeli yang mampir ke tokonya, namun tidak sebanyak dibandingkan dulu.
"Ya memang masih ada yang beli, tapi menurun sekali. Dulu biasanya orang beli rokok di sini. Sekarang belinya di Alfamart. Dulu beli makanan ringan atau minuman di sini. Sekarang belinya di Alfamart," keluh Arba'i.
Ia juga mempertanyakan bagaimana bisa muncul Alfamart baru di sekitar lingkungannya. Sedangkan dirinya merasa sama sekali tidak pernah dimintai tanda tangan persetujuan.
"Lalu apakah warga lain juga dimintai persetujuan? Apakah kelurahan juga tahu? Mestinya kalau ada pendirian Alfamart, kelurahan juga tahu," ujarnya.
"Malah saya sendiri juga tidak tahu Alfamart ini mulai berdiri kapan. Entah ini pindahan atau baru. saya tidak tahu. Kalaupun pindahan, kan juga harus ada persetujuan dari warga sekitar. Dulu Alfamart itu merupakan rumah punya orang China," imbuhnya.
Ia sendiri juga merasa miris mengapa toko modern seperti ini bisa tumbuh dengan subur. Arba'i merasa pemerintah dan pengusaha tidak memikirkan keberlangsungan pedagang kecil di sekitarnya.
"Padahal kan kalau aturannya sudah jelas, harusnya semua patuh. Tapi kenapa kok masih banyak yang seperti ini. Berdekatan dengan toko tradisional," ucapnya. "Kan kasihan sekali para pedagang kecil yang berada di sekitarnya. Saya heran dengan kinerja pihak pemkot dan DPRD," sambung dia.
Karena itu, Arba'i sangat berharap pemerintah bisa adil serta menegakkan aturan yang telah dibuat. Dengan begitu, para pedagang kecil bisa tetap bertahan mengais rezeki. (*)
