MALANGTIMES - Memiliki banyak pengikut di Instagram dan banjir tawaran promosi produk nyatanya tak selalu manis.
Banyak lika-liku yang harus dijalani mereka yang terkenal di Instagram. Seperti apa suka duka dibalik gemerlap kehidupan selebritas Instagram atau selebgram itu?
Baca Juga : Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia Bisa Cegah Covid-19? Unik atau Seram Ya?
Nadya Gustipramita, seorang selebgram asal Malang mengaku ia pernah mendapat amukan dari online shop yang merasa kecewa.
"Pernah sih ngalamin online shop yang marah karena foto yang Nadya ambil enggak sesuai, kenapa harus marah gitu. Iya sih sebagai selebgram kita kan menawarkan jasa ya, memang mereka berhak marah. Tapi kenapa harus dengan marah juga ya," cerita Nadya kala dihubungi media online ini melalui pesan pribadi.
Barang promosi atau endorse yang diberikan pada Nadya tak jarang bertolak dari style busana yang ia suka. Itulah mengapa, Nadya menyebut menjadi seorang selebgram berarti harus siap mengikuti tren fesyen yang terus berkembang.
"Kadang pekerjaan seperti ini memaksa kita, meski kita enggak suka di bidang fesyen, harus mengikuti tren fesyen yang sedang berjalan kan. Jadi kadang orang menilai aku, oh pakai baju sekali pakai aja," imbuh dara kelahiran 1995 itu.
Ia mengungkapkan bahwa produk fesyen yang ia unggah di akun Instagram pribadinya, @nadyagust, tak selalu sesuai dengan gaya busana yang ia suka.
"Padahal kalau orang langsung ketemu aku tuh, gaya baju aku enggak yang kayak di Instagram," ungkapnya.
Nadya juga menyebut anggapan bahwa selebgram identik dengan gaya hidup nongkrong di kafe tak selamanya benar.
"Oh mainnya ke kafe terus. Saudara-saudara atau temen gitu nganggepnya aku main ke kafe terus padahal aku ke kafe itu untuk foto produk," kata Nadya.
Baca Juga : Kreatif, Kreasi Nail Art 3D Bertemakan Virus Corona dan Kampanyekan Stay Home
Mendapatkan banyak tawaran endorse plus barang gratis dari online shop juga tak selamanya menyenangkan.
"Ya emang aku dapat barang juga dari online shop, tapi jadinya banyak yang mikir semua barangku adalah endorse. Padahal aku juga nabung pakai uangku untuk beli barang yang aku mau," terang penyuka warna hitam itu.
Meski banyak duka yang ia lakoni sebagai seorang selebgram, Nadya bersyukur berkat kepiawaiannya membidik lensa ia bisa dikenal luas oleh masyarakat.
"Aku dulu awalnya fotografer, trus ada temen jualan hijab minta saya fotokan produknya. Aku sering foto pake kamera yang bikin fotoku jernih beda sama temen-temen lainnya," tutur pemilik akun Instagram dengan 173 ribu pengikut itu.
Meski banyak duka menjadi seorang selebgram, Nadya tetap bersyukur karena setiap hari ada saja online shop yang meminta jasa promosi produk. "Rasanya masih enggak percaya ada saja rejeki dari online shop yang endorse," tandasnya.
