Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Pemkab Blitar Usulkan Jamasan Mbah Bonto Masuk Warisan Budaya Tak Benda

Penulis : Malik Naharul - Editor : Heryanto

14 - Nov - 2019, 23:52

Placeholder
Jamasan pusaka wayang kayu Kiai Bonto di Desa Kebonsari.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Upaya perlindungan dan pelestarian warisan budaya masyarakat terus digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

Setelah sukses mendaftarkan Reog Bulkiyo dan Larung Sesaji Pantai Tambakrejo, dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) beberapa waktu lalu, kali ini Pemkab Blitar melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) akan mengusulkan tradisi Jamasan (siraman) Kyai Bonto menjadi warisan budaya tak benda dari Kabupaten Blitar.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar, Hartono. Menurutnya, tradisi Jamasan Kyai Bonto dari Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar merupakan warisan budaya yang telah berjalan ratusan tahun dan rutin diselenggarakan tiap tahunnya.

"Untuk upacara adat jamasan wayang Kyai Bonto, tahun ini didokumentasikan dalam bentuk buku dan tahun 2020 akan diusulkan ke Kemendikbud untuk ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) tahun depan," ungkap Hartono pada BLITARTIMES, Kamis (14/11/2019).

Dia menambahkan, tradisi Jamasan Wayang Kyai Bonto sudah memenuhi beberapa kriteria untuk ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda masyarakat Kabupaten Blitar. Diantara kriteria paling penting dalam penetapan warisan budaya tak benda dikatakan Hartono, yakni otentikasi dan keberlangsungan dari tradisi itu sendiri.

"Jamasan Wayang Kyai Bonto ini sudah berlansung turun temurun dan sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun dari masyarakat Kebonsari. Selain itu ada beberapa kriteria antara lain, sudah dilaksanakan lebih dari 50 tahun, ada maestronya, telah dikaji secara akademis dan terakhir diusulkan oleh Pemda," jelasnya.

Perlu diketahui bahwa tradisi Jamasan Wayang Kyai Bonto di Desa Kebonsari memang masih berkaitan erat dengan keberadaan Gong Kiai Pradah yang ada di Lodoyo. Keduanya merupakan pusaka yang dibawa oleh Sunan Prabu Amangkurat Mas saat melarikan diri dari kekacauan di Keraton Surakarta Hadiningrat.

Tradisi ini dilakukan rutin tiap Bulan Maulud bersamaan dengan pelaksanaan Jamasan Kyai Pradah di Lodoyo. Jamasan pusaka ini selalu ditunggu dan mengundang animo ribuan warga yang menanti berkah dari bekas air untuk mensucikan wayang kayu Kyai Bronto.

"Harapannya, tradisi ini bisa terus terjaga keberlangsungannya dan tetap dilestarikan. Sehingga, tak hanya jadi upacara adat saja akan tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisata budaya dan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,"  tukasnya.(*)


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya blitar-brita-blitar Kepala-Disparbudpora-Kabupaten-Blitar-Hartono tradisi-Jamasan-Wayang-Kyai-Bonto-di-blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Malik Naharul

Editor

Heryanto