Beberapa hari lalu, masyarakat ramai memperbincangkan informasi terkait potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8,8 dengan dampak susulan tsunami yang diprediksi bisa terjadi di sepanjang selatan Jawa sampai ke arah Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Potensi ketinggian air laut bisa mencapai 20 meter dengan jarak rendaman sekitar 3-4 km. Gelombang tsunami akan tiba dalam waktu sekitar 30 menit usai terjadi gempa besar.
Informasi itu tentunya membuat berbagai pihak bersiaga. Khususnya bagi daerah-daerah yang memiliki wilayah pantai bagian selatan Jawa, seperti Kabupaten Malang.
Dari berbagai informasi serta data yang ada, berbagai pantai di Malang selatan memiliki potensi tsunami. Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang Istiawan melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Abdul Rochim. Dia menyampaikan semua pantai di wilayah Malang Selatan memiliki potensi tsunami jika terjadi gempa tektonik.
"Walaupun bencana tidak bisa diprediksi terjadinya, memang wilayah pesisir pantai selatan memiliki potensi terjadi tsunami," ucap Rochim, lalu juga menegaskan, tidak semua gempa tektonik berdampak susulan tsunami.
Dengan geografis Kabupaten Malang itu, BPBD tentunya tidak tinggal diam dengan potensi wilayah bencana, khususnya yang ada di pesisir pantai Malang selatan.
Berbagai pelatihan kesiapsiagaan bencana setiap tahun digelar. Tak terkecuali bagi masyarakat di sekitar pesisir pantai selatan. BPBD pernah menyosialisasikan salah satu kiat untuk menghadapi tsunami, yaitu evakuasi mandiri.
Evakuasi mandiri terbilang sukses dalam meminimalisasi korban jiwa dalam berbagai bencana. Pengetahuan mendeteksi dan bertindak cepat masyarakat lokasi bencana sesuai protap (prosedur tetap) kebencanaan, dalam berbagai survei, menunjukkan bahwa keselamatan 94,9 persen adalah upaya oleh diri sendiri, keluarga dan tetangga atau komunitas. Sekitar 5 persen dilakukan oleh orang yang lewat, tim rescue dan pihak lainnya.
Terkait bencana tsunami pun, evakuasi mandiri menjadi sangat diharapkan bisa dipraktikkan warga sekitar lokasi. "Maka dari itu, saat ada gempa dan BMKG menginformasikan berpotensi tsunami, maka warga yang hidup di pesisir pantai harus segera melakukan evakuasi mandiri," ujar Rochim.
Dia menegaskan, saat bencana tsunami terjadi, warga tidak boleh panik. "Intinya tidak boleh panik. Ada waktu 30 menit untuk meninggalkan lokasi, setelah gempa terjadi. Cari tempat yang lebih tinggi,"’ imbuhnya.
Walau sekali lagi ditegaskan bahwa seluruh pantai selatan memiliki potensi tsunami, warga sekitar tidak perlu panik atas berbagai informasi yang sedang ramai terkait hal tersebut. Evakuasi mandiri yang sejak lama disosialisasikan BPBD Kabupaten Malang bisa dipraktikkan bila memang hal itu terjadi. Khususnya di 11 pantai Malang selatan yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Yakni di wilayah Lebakharjo (Ampelgading), Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, dan Donomulyo.
Dari data BPBD Kabupaten Malang, pantai yang berlokasi di Sumbermanjing Wetan yang lokasinya terbanyak dekat permukiman warga. Baik Pantai Perawan di Desa Sumberasri, Pantai Tamban di Desa Tambakrejo, dan Pantai Sendang Biru di Desa Tambakrejo.
Sedangkan untuk wilayah Desa Lebakharjo, hanya ada satu pantai, yaitu Pantai Licin yang berada di Desa Lebakharjo. Untuk wilayah Tirtoyudo, juga ada satu pantai yang lokasinya berdekatan dengan rumah warga, yaitu Pantai Sipelot, terletak di Desa Pujiharjo. Juga Pantai Lenggoksono yang berada di Desa Purwodadi.
Di Gedangan ada dua pantai, yaitu Pantai Bajulmati di Desa Gajahrejo dan Pantai Nganteb di Desa Tumpakrejo. Sedangkan pantai di wilayah Bantur yang juga berdekatan dengan permukiman warga ada Pantai Balekambang di Desa Srigonco, Pantai Kondang Merak di Desa Sumberbening. Sedangkan di Donomulyo, ada Pantai Ngliyep di Desa Kedungsalam.
"Walau tidak bisa dipastikan kapan tsunami bisa terjadi, kami imbau warga untuk tetap waspada serta membaca tanda-tanda alam," ujar Rochim.
Terpisah, mantan Kepala Desa Tambakrejo Sudarsono juga menyampaikan bahwa yang paling rawan terdampak tsunami adalah warga yang dekat dengan Pantai Tamban. Pasalnya, antara pantai dan permukiman warga tidak ada penghalang, seperti di pantai Sendang biru yang masih terhalang pulau Sempu.
"Tamban ini daerah paling bahaya terdampak tsunami. Karena tidak ada penghalang, sehingga kalau ada tsunami dari timur ke barat, warga Tamban langsung terdampak," ucap Sudarsono yang juga berharap, apabila ada potensi tsunami, dirinya meminta adanya imbauan awal dari pihak-pihak terkait.
Harapan ini pula yang secara langsung dijawab oleh Bambang Istiawan, kepala BPBD Kabupaten Malang. Dirinya mengatakan, warga tidak perlu resah atas berbagai informasi tersebut.
"BPBD selalu siap memberikan imbauan apabila terlihat tanda-tanda tsunami. Pun antisipasi mitigasi warga bila itu terjadi. Kita memiliki relawan yang tersebar dan selalu bersiap di wilayah pantai selatan," ucap mantan kasatpol PP Kabupaten Malang ini.
Bambang juga menyampaikan, setiap kali terjadi gempa, pihaknya dalam hitungan detik langsung mendapatkan informasi dari BMKG. "Ada waktu sekitar 15 menit untuk menyampaikan hal itu ke warga sekitar. Tapi sekali lagi tidak semua gempa berpotensi tsunami," pungkas Bambang.
