MALANGTIMES - Menyinggung soal fashion sesungguhnya bukan monopoli kalangan anak muda atau mereka yang tampil mengikuti tren. Sebab, fashion bukan saja masalah tren busana.
Seorang peneliti fashion Thomas Carlyle menyatakan bahwa fashion tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehidupan dan budaya manusia. Studi tentang fashion bukan semata tentang pakaian, tetapi fashion menyentuh peran dan makna pakaian dalam tindakan sosial.
Desmond Morris dalam Manwatching: A Field Guide to Human Behavior (1977) menyatakan bahwa pakaian menampilkan peran sebagai pajangan budaya (cultural display) karena pakaian mengomunikasikan afiliasi budaya. Dari pakaian, kita bisa mengenali seseorang.
Mengutip pendapat Morris di atas, tidak salah apabila kita dapat menangkap identitas seseorang baik asal usul maupun pekerjaan dari pakaian yang ia kenakan. Pun begitu halnya dengan kalangan pemuka agama.
Dalam hal ini, pemuka agama Islam mengenakan pakaian yang menjadi ciri khas, yaitu busana muslim. Para pemuka agama Islam mengenakan busana muslim. Busana muslim yang dikenakan oleh pemuka agama pria secara umum menggenakan galabiyya, jubba dan ada pula yang menggenakan baju koko.
Dikutip dari berbagai sumber dijelaskan bahwa galabiyya ialah jubah longgar yang biasa dipakai oleh laki-laki muslim di Mesir. Penamaan busana ini berbeda di beberapa negara Arab. Sedangkan jubba adalah baju lengan panjang yang menutupi bagian tubuh hingga mata kaki. Biasanya pakaian jenis jubba tidak memiliki banyak warna dan gaya lebih cenderung polos serta didominasi warna-warna netral seperti hitam, putih, dongker, atau abu-abu. Pada umumnya jarang ditemukan motif ataupun corak pada pakaian jenis jubba ini.
Sementara itu, membahas fashion berarti menentukan bagaimana dia dikenali dan diterima (Wilson 1985; Ewen 1988). Karena itu, fashion menawarkan pilihan pakaian, gaya, dan citra. Menurut pemerhati mode asal Malang Hermina Andreyani, gaya busana pemuka agama menampilkan citra agama.
"Ya dikembalikan lagi pada makna fashion bahwa fashion adalah menampilkan citra diri. Pemuka agama atau ulama secara tidak langsung menampilkan pesan-pesan atau nilai-nilai Islam dalam pakaian yang mereka kenakan," kata desainer pembina Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang itu.
Bagaimana desainer mamandang gaya berpakaian pemuka agama Islam di Indonesia? Dan seperti apa gaya busana beberapa ulama di Malang? Simak pula ulasan soal tren mode pop anak muda yang ternyata turut mempengaruhi gaya busana pemuka agama Islam. (*)
