MALANGTIMES - "Wanita berhijab jangan asal mengikuti mode. Perhatikan juga apakah mode itu sopan atau tidak dikenakan karena ada kriteria tertentu di dunia mode bagi wanita berhijab." Itulah kata Hermina Andreyani, desainer senior asal Malang, soal busana Selasa (18/7/2017).
Kepada media online ini, Hermina meyayangkan mengapa masih saja banyak wanita di Malang tidak memperhatikan busana yang dikenakan. Menurut dia, wanita berhijab harus memahami bahwa modis bukan berarti mengikuti semua tren mode dan melupakan kesopanan berpakaian muslim.
Baca Juga : Fashion Hijab Wud Hadirkan Koleksi Baru, Pertahankan Bisnis Saat Pandemi Covid-19
"Kadang suka lihat berhijab tapi kok bajunya ketat sampai kalau mengangkat tangan terlihat bagian tubuhnya. Nah, itu sebenarnya di dunia desain juga nggak tepat penggunaan pakaian seperti itu," ungkap pembina Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang itu.
Hermina menjelaskan bahwa pemahaman benar tentang wanita berhijab ialah mengenakan mode pakaian yang sopan. "Artinya sopan itu, tidak ketat dan tidak menerawang. Selain itu, banyak desainer membuat busana hijab dengan model panjang sehingga menutupi area pantat," ujar dia.
Menurut Hermina, kriteria memilih busana muslim di dunia mode sebetulnya sesuai dengan tata cara berpakaian yang diatur dalam agama Islam. "Ya sama di dunia mode juga begitu. Kami merancang busana juga sesuai dengan ketentuan Islam. Makanya buat wanita, jangan asal memilih tren mode. Jangan lupakan syariat berbusana muslim," ucapnya.
Baca Juga : Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia Bisa Cegah Covid-19? Unik atau Seram Ya?
Ia menekankan, meski wanita berhijab tidak mengenakan busana muslim setiap harinya, busana sehari-hari pun harus tetap mengikuti prinsip busana muslim. "Kalau tetap mau pakai busana yang mode sekarang, pakai outer (luaran) supaya tetap sopan," kata Hermina. (*)
