MALANGTIMES, – Ada yang unik dari persiapan yang dilakukan pondok pesantren di Jombang dalam menyambut Muktamar ke-33 NU 1-5 Agustus mendatang.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Tak hanya asrama yang lengkap dengan bantal dan kasur, PP Bahrul Ulum Tambakberas juga menyediakan fasilitas pijat gratis bagi muktamirin. Tenaga pijat sendiri diambil dari warga sekitar dan santri pondok yang memiliki kemampuan mumpuni.
KH Hasib Wahab Chasbullah, pengasuh PP Bahrul Ulum, mengatakan, fasilitas ini hanya berlaku bagi muktamirin yang mengikuti sidang komisi di PPBU. ”Di sekitar pondok banyak warga yang punya keahlian memijat. Tinggal dipanggil saja, mereka akan datang melayani para kiai dan peserta muktamar,” terangnya.
Tukang pijat tersebut semuanya adalah laki-laki, dan hanya khusus disediakan bagi peserta muktamar laki-laki. ’’Tidak ada perempuannya,” katanya sembari tertawa.
Gus Hasib menyebut, peserta muktamar jelas akan merasakan kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
’’Peserta datang dari seluruh Indonesia, dari Aceh, Sulawesi, hingga Kalimantan dan provinsi lainnya. Belum lagi nanti disini ikut sidang komisi, jelas kelelahan,” lanjutnya.
Terkait teknisnya, Gus Hasib menjelaskan jika peserta cukup menunggu kedatangan tukang pijat di asrama. “Tak perlu keluar asrama, nanti tukang pijatnya datang sendiri,” pungkasnya.
Pesantren Tambakberas sendiri akan menjadi tempat sidang komisi bahtsul masail. Sejumlah gedung untuk ruang istirahat muktamirin sudah disiapkan, termasuk fasilitas makan dengan kapasitas 1000 nasi bungkus dalam satu hari. (*)
