Kemacetan panjang terjadi di Jalan Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Sabtu (20/4/2019).
Kemacetan tersebut terjadi lantaran ada truk molen milik Varia Usaha Beton yang terperosok ke sungai beberapa pekan lalu belum dievakuasi.
Akibatnya, terjadi kemacetan panjang dari kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sebelumnya, sebuah truk molen pengangkut beton terperosok ke sungai di kawasan Jalan Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, tepatnya di depan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sudimoro, pada Senin (8/4/2019) lalu.
Separuh bagian kiri truk, masuk ke dalam saluran air hingga membuat truk sama sekali tak bisa berjalan.
Tak pelak, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.20 WIB tersebut menimbulkan kemacetan di kawasan Jalan Sudimoro.
Namun, hingga hari ini Sabtu (20/4/2019) truk molen tersebut masih terlihat dengan kondisi yang masih sama dan belum dilakukan evakuasi.
Kepala Maintenance Varia Usaha Beton, Fauzi mengatakan belum dievakuasinya truk molen tersebut lantaran proses pembuangan isi dari truk tersebut memakan waktu lama.
"Yang bikin lama itu mengeluarkan isi betonnya yang sudah beku itu" jelas Fauzi saat ditemui MalangTIMES.com di lokasi truk molen tersebut terperosok.
Lanjutnya, hingga saat ini, isi beton yang sudah dikeluarkan masih baru 3,5 kubik.
Sedangkan untuk isi dari truk yang dibawa tersebut sekitar 7 kubik.
Kemudian, untuk kendala selama proses evakuasi tersebut, dikatakannya lantaran petugas yang mengeluarkan isi beton yang sudah beku tersebut sempat libur karena adanya pemilu.
Sehingga, proses evakuasi tersebut sempat terhenti.
"Kemarin orangnya itu libur karena pemilu, 3 hari, baru mulai lagi hari Jumat (19/4/2019) kemarin" jelasnya.
Sementara itu, kemacetan panjang terlihat di sepanjang Jalan Sudimoro akibat dari belum dievakuasinya truk molet yang terperosok tersebut.
Kemacetan tersebut, dikatakan salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut terjadi setiap hari sejak truk tersebut terperosok.
"Macet terus setiap hari, sudah 2 minggu ini mulai awal truk ini amblas" ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.
Bahkan kemacetan tersebut, disebutkannya tak hanya terjadi di siang hari saja.
Namun ketika malam hari disaat jalanan sedang ramai juga pasti terjadi kemacetan di lokasi tersebut.
Namun, Fauzi mengatakan bahwa evakuasi tersebut ditargetkan akan selesai kurang lebih maksimal 4 hari ke depan.
Sedangkan untuk evakuasi sendiri, nantinya menggunakan alat berat menggunakan crane dari perusahaannya.
"Maksimal minggu depan sudah beres" pungkasnya.
