Kelurahan Songgokerto, sebagai salah satu dari lima kelurahan di Kota Batu, ingin menampakkan wisata budaya dan sejarah. Beberapa destinasi wisata budaya dan sejarah itu sudah dipersiapkan sejak 2018 silam.
“Sejak 2018 lalu, mulai disiapkan. Bahkan Dinas Pariwisata Kota Batu sudah melakukan pengkajian di beberapa titik,” ungkap Lurah Songgokerto Dian Saraswati.
Ia mengatakan, Kelurahan Songgokerto banyak menyimpan peninggalan sejarah yang tentunya menjadi aset bisa dikembangkan menjadi wisata budaya dan sejarah. Salah satunya, Dusun Songgoriti yang sudah dikenal dengan hadirnya Candi Supo.
Kemudian, ditemukannya jejak makam Rondo Kuning. Lalu ada juga Goa Jepang. Untuk keduanya, sudah dilakukan pengkajian. “Dan memang dua peninggalan bersejarah itu muncul bermula dari informasi masyarakat. Kemudian kami terus mencari dan menggali,” imbuh Dian.
Menurut Dian, Kelurahan Songgokerto tidak ingin dikenal hanya karena penginapan atau vilanya. Terutama yang bertebaran di Songgoriti. Ke depan, kelurahan ini juga ingin dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah.
“Dari dulu di sini memang sudah dikenal dengan penginapannya. Tapi dengan beberapa potensi yang ditemukan dan telah dilakukan pengkajian, itu bisa dikenal sama wisata budayanya,” kata warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, itu.
Tidak hanya itu. Banyak potensi wisata itu lain yang akan dikembangkan karena pemandangannya yang cantik. Dian mencontohkan area Dusun Tambuh yang dikelilingi hutan pinus.
Dian menambahkan, upaya itu terus gali untuk mewujudkan visi Kota Batu, yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’. Hal ini terus dilakukan agar pertumbuhan ekonomi warga meningkat.
“Ke depan memang kami akan buat paket wisata kalau wisata budaya dan sejarah ini sudah hadir. Di sini sudah ada penginapan, wisata di Gunung Banyak, Pine Park, pemandian Songgoriti dan sebagainya,” tutupnya.
