Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Sore Ini Waktu yang Tepat Menentukan Arah Kiblat

Penulis : Imam Syafii - Editor : Lazuardi Firdaus

28 - May - 2017, 21:41

Placeholder
Inilah alat teleskop untuk melihat posisi matahari milik komunitas MaChung Galatic Club (Magic) Kampus Ma Chung. (foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Setiap tahun, deklinasi matahari berubah secara periodik ke utara,selatan, barat, dan timur. Pada periode bulan April hingga Agustus, Matahari menghadap lebih banyak ke belahan bumi bagian utara. Sedangkan pada periode Oktober sampai Februari, matahari lebih banyak menghadap ke belahan bumi selatan. 

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Hari Minggu (28/5/2017) ini, tepatnya sekitar pukul 16.18 WIB atau atau 17.18 WITA, posisi matahari diprediksi akan mengarah dan melintas tepat di atas Kakbah. 

Rektor Universitas Ma Chung Dr Chatief Kunjaya yang juga seorang astrofisikawan mengatakan, kejadian itu ada saat-saat matahari melintas tepat di atas Kota Makkah yang menjadi kiblat salat umat Islam. 

"Ketika Matahari tepat berada di atas Kota Makkah, arah matahari yang dilihat oleh manusia di bagian dunia lain sama dengan arah mendatar ke Kota Makkah. Saat itulah momen tepat untuk memastikan arah kiblat yang benar," ujarnya.

Seseorang yang menghadap ke arah matahari saat itu sama dengan menghadap ke arah Kota Makkah. Menurut Chatief, metode untuk memastikan arah ke Kota Makkah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya bisa memasang tiang atau batang secara vertikal di atas permukaan datar atau gantungkan tali dengan pemberat.

"Tunggu hingga pukul 16.18 WIB. Tepat pada jam tersebut tandai bayangan batang atau tali yang terjadi. Arah bayangan dari batang atau tali itu ke bidang horizontal merupakan kebalikan dari arah ke Kota Makkah. Lalu, ukur sudut yang dibentuk oleh bayangan itu dari arah barat atau utara," terangnya.

Tempat yang dibutuhkan adalah lapangan yang cukup luas yang terbuka menghadap ke arah barat. Upayakan lapangan itu dekat dengan masjid atau musala. 

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Di tempat itu perlu ada bidang datar yang dapat ditandai. Peralatan batang yang dapat berdiri vertikal, tali kasur dengan pemberat, dan tempat menggantung bebas atau teropong bintang akan disediakan oleh Universitas Ma Chung. "Sore ini Kampus Ma Chung akan menggelar diskusi tentang teori pengukuran arah kiblat dengan pengamatan Matahari di lapangan yang luas dan terbuka menghadap ke barat," ucap Chatief.

Senada dengan Chatief, informasi dari Kementerian Agama melalui Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muhammad Thambrin menjelaskan, berdasarkan data astronomi, Minggu 28 Mei 2017, matahari akan melintas tepat di atas Kakbah. Peristiwa alam ini akan terjadi pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. “Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus di mana saja akan mengarah lurus ke Kakbah,” kata Thambrin.

Menurut dia, peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, ketentuan waktu bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Momentum ini dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya adalah menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.

Kasubdit Hisab Rukyat Nur Khazin Dit Urais mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat. Pertama, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan lot atau bandul. Kedua, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata. Ketiga, jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom. (*)


Topik

Peristiwa malang berita-malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imam Syafii

Editor

Lazuardi Firdaus