Peperangan yang terjadi di Timur Tengah pada abad ke 20 dan 21 M tentu masih hangat di ingatan kita semua. Tokoh beserta negara yang melakukan peperangan pun masih banyak menjadi perbincangan masyarakat di seluruh dunia.
Tapi ternyata, perang beserta nama tokoh dan negaranya itu sebelumnya sudah tercatat dalam manuskrip kuno berangkat tahun 2 Hijriah. Manuskrip yang dituliskan oleh generasi ke tiga setelah Nabi Muhammad SAW itu diriwayatkan oleh salah satu sahabat Rasul yang paling dekat yaitu Abu Hurairah ra.
Dilansir dari channel youtube Catatan Ringan, beberapa negara yang tercatat terlibat perang lengkap dengan nama tokohnya itu antara lain adalah Gamal Abdel Nasir, Anwar Sadat, Hingga Sadam Hussein. Kronologi terjadinya peperangan hingga proses perdamaian pun tercatat dalam manuskrip tersebut. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Perang Mesir Tanpa Kemenangan
Abu Hurairah ra berkata, "Dalam rangkaian hijrah sesudah seribu tiga ratus tahun, terhitung lima atau enam, Mesir diperintah oleh seorang laki-laki yang dipanggil Nashir, yang disebut bangsa Arab sebagai Sang Pemberani Dari Mesir. Allah membuatnya hina dalam perang dan perang, dan ia tidak memperoleh kemenangan,".
Kemungkinan besar, nama Nashir sebagaimana yang disebut dalam hadits tersebut adalah Gamal Abdel Nasir, mantan Presiden Mesir yang juga sahabat dari presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Dia merupakan mantan tentara Mesir yang terlibat perang Arab-Israel 1948. Seorang sekularis yang memusuhi Ikhwanul Muslimin.
2. Anwar Sadat dan upaya kembalikan ruh Islam
Masih dalam hadits yang sama, Abu Hurairah ra meriwayatkan "Kemudian Allah menghendaki Mesir memperoleh kemenangan di bulan-bulan yang mereka cintai, dan itu adalah untuk-Nya. Mesir diterima sebagai pemelihara al-bait dan Arab. Dengan seorang laki-laki bersama Sada, ayahnya Anwar. Akan tetapi ia berdamai dengan pencuri Masjid Al-Aqsa di negeri Al-Hazin,".
Kata Sada di sini kemungkinan adalah nama presiden ke tiga Mesir, Anwar Sadat. Anwar Sadat mengembalikan ruh Islam di negara Mesir. Gerakan-gerakan yang sebelumnya dibredel oleh Gamal Abdel Nasir kembali diizinkan.
Negara-negara Muslim kembali membumbung saat Anwar Sadat memimpin dan koalisi antara Mesir, Suriah, dan Libya menyerah Israel dalam perang Yom Kippur. Walaupun pada akhirnya kalah, nama Anwar Sadat harum di kalangan muslim dunia saat itu.
Namun tiba-tiba saja Anwar Sadat melakukan perjanjian dengan Israel dan menyerahkan Yerusalem ke tangan Israel. Sadat berkhianat kepada Palestina dan dianggap sebagai penghianatan terbesar di Timur Tengah hingga saat ini.
3. Sadsam Hussein
"Di Iraq, muncul seorang laki-laki yang bertindak sewenang-wenang... dan... sufyani (teks terhapus). Di salah satu matanya terdapat tanda sedikit kemalasan. Namanya As-Shaddam yakni penghancur orang-orang yang bersekutu menentangnya di Kuwait kecil yang dimasukinya. Ia adalah Mahdun. Ia baik dan buruk, dan kecelakaan bagi penghianat Al-Mahdi yang terpercaya,".
Kemungkinan adalah nama mantan Presiden Iraq Saddam Hussein. Dia seorang diktator yang memusuhi syiah. Keberaniannya menginvansi Kuwait membuatnya harus berperang dengan AS, Inggris, dan sekutunya dalam perang Teluk.
Iraq berperang sendiri dan tak ada negara muslim yang menolongnya. Namun kutipan Saddam Hussein dalam manuskrip tersebut tidak begitu jelas, apakah dia orang yang baik ataukah sosok yang buruk.
Itu adalah sedikit penjelasan dalam manuskrip kuno yang seolah mendeskripsikan yang terjadi saat ini.
