MALANGTIMES - Beredar luas video, seorang muslim melakukan azan di dalam gereja membuat sejumlah tokoh agama di Kota Malang angkat bicara, salah satunya yakni Ketua Umum Pengurus/Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Abdul Haris.
Saat dihubungi MalangTIMES, Abdul Haris mengatakan bahwa video yang beredar tersebut harus dilihat dulu motif yang melakukannya. Karena tidak mudah untuk menghakimi seseorang tanpa alasan yang kuat. "Nah motif orang ini apa, kalau tidak mengerti ini tidak bisa dihukumi," ucapnya.
Sebenarnya menurut Haris, adzan di gereja itu bukan pada tempatnya, karena arti sesungguhnya adzan adalah memanggil orang untuk salat.
"Jadi secara umum jika mengumandangkan adzan di gereja itu tidak tepat. Azan kan untuk memanggil orang salat, dan gereja bukan tempat untuk salat," ujarnya.
"Sebenarnya adzan dimana saja itu boleh, asalkan digunakan untuk salat, di rumah misalkan, tidak apa-apa untuk azan tapi setelah itu salat. Kalau di gereja itu kan tempat ibadah agama lain, tidak bisa untuk salat. Kalau di halaman gereja masih boleh, karena kan kalau di dalam itu tempat ibadah agama lain," sambung Haris.
Disinggung tentang hukumnya seseorang melakukan azan di dalam gereja, Abdul Haris mengaku bahwa harus terlebih dulu tahu tentang motif dari oknum tersebut.
"Intinya, kita harus cari tahu dulu motif orang itu apa, misal cari sensasi atau apa. Kalau memang sengaja ya harus kita tegur. Kalau dari Muhammadiyah memang menghidari konflik, jadi kalau ada cara yang lebih bijak mungkin bisa di lakukan. Kami tidak bisa secara langsung itu mendemo atau memprotes, akan kami amati dulu bagaimana motif orang tersebut. Kalau orang tidak tahu ya kami beri tahu, kalau orang itu cari sensasi ya kami ingatkan," paparnya.
Lebih lanjut, Abdul Haris menjelaskan saat ini umat Islam sedang dalam permasalahan pemahaman yang berujung pada konflik internal.
"Permasalahan umat Islam saat ini adalah pemahaman tentang agama, jadi misalnya orang yang memiliki ilmu agama tinggi tapi kenapa kok semakin keras, jadi perlu pemahaman dengan pendekatan. Agama ini harusnya kan membuat ketenangan jiwa, tapi kenapa saat ini justru banyak terjadi konflik, ya contohnya seperti orang azan di gereja itu berarti kan bisa saja mencari sensasi," tutup Abdul Haris.
