Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Menjaga Kearifan Lokal, Ini yang Dilakukan Mahasiswa Undar Jombang di Hari Pahlawan

Penulis : Adi Rosul - Editor : Heryanto

11 - Nov - 2018, 22:55

Placeholder
Tari Topeng Jatiduwur Saat Dipentaskan Pada Acara Konser Budaya Bengkel Musik Indie Di Auditorium Undar Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Untuk mengisi Hari Pahlawan Nasional, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Bengkel Musik Indie (UKM BMI) Universitas Darul 'Ulum (Undar) Jombang, menggelar konser budaya. 

Berbagai kesenian lokal, turut ditampilkan dalam acara yang digelar di auditorium Undar Jombang, Sabtu (10/11) malam. 

Pada rangkaian acara semalam, terlihat suasana yang kental akan kearifan lokal Jombang.

Bagaimana tidak, sejumlah kesenian asli jombang ditampilkan di hadapan ratusan penonton. 

Seperti kesenian Jaran Dor asal Desa Kemambang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, yang sudah ada sejak tahun 1925.

Selain itu, kesenian asli jombang lainnya, yakni wayang topeng jatiduwur dari Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, juga ditampilkan sebagai pembuka acara. 

Dalam pementasan kali ini, topeng jatiduwur menampilkan tarian dengan 3 topeng andalannya, yaitu Topeng Kelono, Topeng Bajul (buaya) dan Topeng Sekartaji. 

Untuk memeriahkan acara tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Mita (19), juga menyuguhkan hiburan band lokal Jombang untuk menarik para pemuda di acara tersebut. 

Seperti, Besuts, Central Of Peace (C.O.P) dan Komunitas Musisi Jombang. 

"Kita sengaja kolaborasikan acara budaya dan musik-musik modern agara para pemuda tidak mengenal musik-musik yang berkembang sekarang. Tapi juga mengingatkan kembali bahwa ada kesenian dan kebudayaan yang dimiliki jombang," terang mita. 

Mita juga menyampaikan, bahwa dihadirkannya kesenian lokal jombang ini merupakan hasil dari penelitian para anggota BMI Undar ke sejumlah penggiat budaya dan kesenian di Kabupaten, selama satu bulan lebih. 

"Sebelum acara ini, kita terjun ke para pelaku kesenian dan budayawan jombang, untuk menggali data akan karifan lokal yang dimiliki oleh jombang. Dan hasilnya, kita suguhkan hari ini," tandas Mita. 

Sementara, anggota BMI ini juga melakukan survei ke berbagai kalangan masyarakat mengenai kesenian dan kebudayaan yang dimiliki Jombang. 

Hasilnya, Mita mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui hal itu. 

"Kita sudah survei, mereka mengetahui atau tidak budaya jombang. Dan ternyata mereka masih belum banyak yang mengetahui akan budayanya sendiri," bebernya. 

Oleh karena itu, pada moment Hari Pahlawan Nasional ini, sejumlah mahasiswa Undar kembali mengingatkan pada masyarakat, bahwa para pelaku kesenian dan budaya ini adalah bentuk gambaran kepahlawanan. 

"Hilangnya budaya sama halnya hilangnya sebuah peradaban. Makanya, acara ini untuk menjaga, merawat dan melestarikan budaya lokal," imbuh Mita saat diwawancarai. 

Ucapan apresiasi terhadap kegiatan sejumlah mahasiswa ini, juga dilontarkan oleh keturunan ke-5 pewaris wayang topeng jatiduwur, Sulastri Widianto. 

"Alhamdulillah anak-anak ini masih mau memperhatikan kesenian tradisional ini. Padahal masih muda-muda, tapi masih perhatian dan mau mencari kesenian asli jombang," pungkasnya.(*)

 


Topik

Peristiwa Undar-Jombang Mahasiswa-Undar-Jombang Peringatan-Hari-Pahlawan Peringatan-Hari-Besar-Nasional Kegiatan-Mahasiswa-Undar-Jombang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Adi Rosul

Editor

Heryanto

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa