MALANGTIMES - Dua anak SD dari Sekolah Music Star City turut menyemarakkan acara “Dialogue of Cultures”, dengan menyanyikan lagu “Naik Delman” yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Rusia. Lagu ini dulu sangat populer dinyanyikan di sekolah-sekolah Indonesia.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Acara yang disenggarakan pada 22 April ini merupakan kolaborasi antara Sekolah Indonesia Moskow (SIM) dengan beberapa Sekolah di sekitar Star City, sebuah komplek perumahan para Kosmonot Rusia.
Di komplek ini pula dulu tinggal manusia pertama, Yuri Gagarin, yang naik ke angkasa luar pada 12 April 1961 dengan menggunakan pesawat Vostok.
Bahkan sampai saat ini isteri dan anak Yuri Gagarin masih tinggal di komplek ini. Sebagaimana diketahui Yuri Gagarin tewas dalam kecelakaan pesawat tahun 1968 ketika masih berusia 34 tahun.
Acara Dialog Antar Budaya dibuka secara resmi oleh Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Repubik Belarus, M. Wahid Supriyadi, didampingi Walikota Star City (Zvyozdny), Valeriy Tokarev, Kepala Administrasi Star City Evgeniy Beryshevsky, Kepala Sekolah Musik Star City Svetlana Novichihina, Kepala Inter-regional Public Organization Tatyana Matveeva dan Kepala Sekolah Indonesia Moskow (SIM), Sudirham.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara oleh para pelajar SIM dan Sekolah Musik Star City.
Dalam sambutannya Dubes Wahid Supriyadi mengatakan bahwa setelah setahun di Rusia dan mengunjungi 18 negara bagian/propinsi dia melihat banyaknya persamaan antar kedua negara, khususnya di bidang seni budaya.
Kedua negara memiliki akar budaya yang tinggi yang merupakan perpaduan dari berbagai etnis dan sangat menghargai interaksi dan pengaruh budaya luar.
Festival Indonesia yang baru pertama kali diselenggarakan pada 20-21 Agustus 2016 yang lalu membuktikan besarnya penghargaan masyarakat Rusia terhadap seni dan budaya Indonesia.
Untuk itu KBRI Moskow mendorong acara-acara yang dapat mempersatukan kedua negara melalui kegiatan seni budaya.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Sementara Walikota Tokarev yang juga mantan Kosmonot Rusia yang pernah tinggal selama 200 hari di angkasa mengatakan bahwa tradisi seperti ini perlu untuk diteruskn di masa-masa mendatang guna mempererat hubungan kedua bangsa.
Walikota Tokarev sempat mengajak Dubes untuk melihat dari dekat Ruang Kerja Yuri Gagarin yang dijaga keasliannya seperti saat terakhir sebelum Yuri meninggal.
Walikota yang dikenal sangat ramah ini menerangkan bahwa Yuri Gagarin bahkan mendapatkan bintang Mahaputra kelas dua dari Presiden Sukarno ketika Presiden RI pertama tersbeut berkunjung ke Uni Soviet (ketika itu) tahun 1961.
Walikota juga mengajak Dubes untuk menanam 2 buah pohon persahabatan di komplek para kosmonot tersebut. Star City merupakan wilayah yang sangat “restricted” dengan pemerintahan otonom, sekitar 40 km di luar Moskow dan sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat untuk pelatihan para Kosmonot Rusia.
Dalam acara tersebut para pelajar Rusia menampilkan pakaian dan sejumlah tarian tradisional Rusia, musik klasik dan dumbra, yang merupakan instrumen alat musik petik tradisional Rusia menyerupai gitar khas Timur Tengah dengan ukuran lebih kecil.
Para pelajar Rusia antara lain berasal dari Sekolah Musik Star City, Sekolah Menengah Hero of Russia, Sekolah Menengah M.V Kavarov, dan Sekolah Menengah No.16.
Sementara dari SIM menampilkan sejumlah tari tradisional, atraksi seni pencak silat da tari kreasi modern Gempita Nusantara yang menggabungkan ragam gerak tari Nusantara dari Sumatera sampai dengan Papua.
Sebelumnya para pelajar diajak menonton film dokumenter tentang persiapan misi ruang angkasa pertama yang menerbangkan Yuri Gagarin ke angkasa luar dan mengunjungi Museum Kosmonot.
