Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Ironis, Aktivis Wanita di Paris Membakar Bendera Tauhid Sambil Telanjang sebagai Bentuk Protes

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : Heryanto

25 - Oct - 2018, 01:41

Placeholder
Aktivis wanita Femen yang membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid sebagai bentuk protes di Paris. (foto: merdeka.com)

Jauh sebelum adanya aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser, aksi serupa sudah pernah dilakukan di Paris pada April 2013.

Ironisnya, yang melakukan pembakaran tersebut adalah tiga anggota feminis yang disebut Femen. Kala itu mereka melakukannya sambil bertelanjang dada di depan Masjid Raya Paris.

“Kami bebas, kami bugil, ini hak kami, ini tubuh kami, ini aturan kami, dan tak seorang pun bisa memperalat agama, dan simbol suci lainnya untuk menganiaya perempuan dan menindas mereka,” kata anggota Femen Alexandra Shevchenko di depan masjid di Berlin di tengah suhu udara yang hampir membeku seperti dikutip dari merdeka.com.

Dilansir dari merdeka.com, alasan mengapa mereka membakar bendera itu ialah sebagai ungkapan menentang penindasan terhadap kaum perempuan di negara-negara muslim.

Nah, penyebab mereka melakukan pembakaran kalimat tauhid tersebut bertujuan mendukung Amina Tyler yang terancam dihukum di negaranya.

Hal ini disebabkan Tyler yang mengunggah foto telanjang dada dirinya di kanal Facebook. Dalam foto tersebut, terlihat dadanya bertuliskan kata-kata “Tubuhku adalah milikku” dalam bahasa Arab.

Tyler sendiri sempat ditahan setelah ia menulis kata Femen di satu tembok dekat Masjid Agung di Kota Kairouan. Ia didakwa memiliki alat semprot merica secara ilegal.

Tyler sendiri dikatakan bersalah karena telah mengunggah foto tersebut di negara yang mayoritas muslim. Hal ini merupakan persoalan aturan sebuah negara yang memang kebetulan mayoritas muslim.

Namun, setelah ditahan selama tiga bulan, Tyler sempat menyatakan kalau dirinya sudah bertobat dan meninggalkan kelompok radikal Femen tersebut.

“Saya tidak mau nama saya dikaitkan dengan organisasi Islamofobia. Perbuatan itu melukai banyak umat Islam dan teman-teman saya. Kita harus menghormati agama siapa pun” ujarnya dikutip dari Huffington Post.


Topik

Peristiwa berita-malang Wanita-di-Paris-Membakar-Bendera-Tauhid Masjid-Raya-Paris tiga-anggota-feminis



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

Heryanto