MALANGTIMES - Ekspektasi tinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam menyelesaikan permasalahan klasik Ujian Negara yaitu terjadinya kebocoran dan telatnya distribusi soal melalui Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ternyata belum secara penuh terpenuhi.
UNBK yang nir-kertas seperti Ujian Nasional pada tahun-tahun lalu, ternyata masih menyisakan lubang permasalahan yang mengakibatkan 50 siswa SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) akan mengikuti UNBK susulan, Rabu (19/04) besok.
Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan
Seperti diketahui jadwal pelaksanaan UNBK serentak dilaksanakan pada tanggal 03 -06 April 2017 untuk SMK dan untuk SMA tanggal 10-13 April 2017.
Adanya UNBK susulan yang menimpa 50 siswa tersebut dikarenakan saat UNBK pada awal bulan lalu, terjadi kendala teknis yaitu soal tidak keluar untuk jurusan tertentu.
"Menurut pengakuan para siswa soalnya tidak keluar atau tidak lengkap pas di hari ujian akhir," kata Anis Farida, Wakil Kepala Bidang Kurikulum saat ditemui di SMKN 1 Kepanjen, Selasa (18/4/2017).
Dengan kondisi tersebut, 50 siswa ini akhirnya harus mengikuti UNBK susulan, Rabu besok. Masih menurut Anis kendala teknis tersebut juga terjadi secara nasional. "Jadi bukan hanya di Kabupaten Malang,"imbuhnya.
Dari data yang ada, kendala teknis tersebut telah membuat 13 ribu siswa SMK di seluruh Indonesia harus mengikuti ujian susulan. Dari total tersebut, peserta dari Jawa Timur paling banyak yang harus mengikuti UNBK susulan yaitu sebanyak 9 ribu orang.
Di kesempatan lain, Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, saat berkunjung di Gondanglegi beberapa waktu lalu, menjelaskan, kendala ini terjadi pada soal ujian yang mengandung animasi.
Baca Juga : HMI Kisip Brawijaya Salurkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke RS Saiful Anwar
"Kendala terjadi bisa dimungkinkan karena piranti di sekolah belum upgrade. Spesifikasi komputer kan berbeda, jadi soalnya tidak muncul apalagi yang animasi," ujar Muhadjir.
Pahri, Kepala SMK Muhammadiyah 7 atau Sekolah Mutu Gondanglegi juga menyatakan bahwa pelaksanaan UNBK yang telah dilaksanakan serentak di Kabupaten Malang memerlukan trial atau uji coba, terutama sekolah yang berada di pelosok perdesaan.
"Untuk UNBK ke depan tentunya kondisi yang terjadi saat ini menjadi bahan evaluasi. Trial UNBK terutama di pelosok desa menjadi wajib diujicobakan," ujar Pahri.
Sebagai informasi, pelaksanaan UNBK di Kabupaten Malang dari data situs Dikbud di tahun 2017 mencapai 79,16 persen dan yang masih melaksanakan ujian berbasis kertas 20,84 persen. Sedangkan yang melaksanakan di sekolahnya sebanyak 47,09 persen dan yang ikut UNBK di sekolah lain sebesar 32,07 persen.
