Rencana kegiatan pencak dor (terbuka) yang dilakukan di Lapangan Desa Pucung Lor Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung batal. Meski panggung sudah berdiri dan panitia sudah menyiapkan segala kebutuhan, namun dipastikan aksi kesenian dan olah raga pencak batal lantaran izin dari Polres Tulungagung tidak turun sesuai jadwal Sabtu (13/10) malam.
"Gagal pecak dor karena izin dari polres tidak turun. Alasanya karena situasi Tulungagung wilayah selatan yang kurang kondusif," kata Imam Sopingi Kepala Desa Pucung Lor.
Acara yang diselenggarakan oleh panitia kegiatan MWC NU Ngantru tersebut sedianya sudah direncanakan jauh hari. Bahkan undangan juga telah disampaikan ke beberapa pihak termasuk izin kegiatan. Panggung terbuka juga telah berdiri di tengah lapangan dan siap menjadi arena adu atraksi antar pendekar.
"Atas nama panitia kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pengurus, pelatih, serta pemain maupun pecinta pencak dor atas ditundanya pagelaran tersebut dalam jangka waktu yang belum ditentukan," lanjut Imam Sopingi yang juga sebagai ketua panitia kegiatan.
Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasat Intelkam AKP Catur Sulistiantomo menegaskan jika kegiatan bukan tidak diberikan izin, namun kepolisian minta agar kegiatan yang sedianya dijadwalkan malam minggu tersebut ditunda.
"Kita bukan tidak memberi izin, tapi minta agar panitia menjadwal ulang di hari kerja dan dilaksanakan pada siang hari," jelas Catur.
Penundaan tersebut menurutnya sangat beralasan, pasalnya situasi dan kondisi pasca kerusuhan yang terjadi di Suruhan Lor Kecamatan Bandung masih membutuhkan perhatian kepolisian.
"Jadi jika dilaksanakan siang hari, pengawasan akan makin mudah dari personel kami di lapangan," tegasnya.
Atas penundaan itu, menurut Catur justru panitia dengan kesadarannya membatalkan kegiatan yang direncanakan berlangsung malam hari.
"Dengan opsi itu panitia sendiri membatalkan jadwal acara kegiatan, kita masih terus melakukan komunikasi dan kita tidak ingin kegiatan menjadi tidak kondusif," pungkasnya.
