Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Semakin Banyak Peminat Onthel Original, Harga Melambung Tinggi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Redaksi

09 - Apr - 2017, 23:25

Placeholder
Komunitas sepeda onthel yang berkumpul di depan Stadion Gajayana. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sepeda onthel tua, sepeda sederhana yang dulunya diperkenalkan Belanda dan Jepang, dalam perjalanannya mampu menembus beberapa zaman dan perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Sepeda ini pada masa kolonial pun sempat dimanfaatkan sebagai alat transposrtasi dalam perang, bahkan juga sempat dijadikan cikal-bakal ojek seperti yang saat ini berkembang.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Sepeda yang dulunya memiliki sejarah dalam perjuangan, khususnya di Jawa Timur, kala era kolonial Belanda dan Jepang itu saat ini jumlah peminatnya semakin banyak. Kelestariannya pun semakin terjaga.

Saat ini, peminat sepeda tua ini dari beragam kalangan, baik muda, tua, perempuan, laki-laki, rakyat biasa, sampai kalangan pejabat. Mereka menggemari dan mengoleksi sepeda jadul ini.

Melihat segi desain, model klasik dan retro serta menilik sejarah dari sepeda onthel tua, kini harganya sudah tak tanggung-tanggung. Berkisar puluhan juta.

Imam Dwianto, ketua komunitas sepeda onthel Ontho Kusumo dari Nganjuk, mengatakan, beragam cerita sejarah tentang sepeda tua ini serta peminat yang semakin besar dari berbagai daerah semakin mendongkrak harga sepeda itu. Bahkan harganya melangit. Ada yang Rp 10 juta, ada yang sampai Rp 65 juta.

"Kalau harga sepeda seperti itu semua tergantung keaslian sepeda dari semua bagian. Mulai ban, rangka, cat, jok dan onderil lainnya. Yang masih asli membuat harganya mahal," ungkap Imam  ketika mengikuti Jambore Onthel Nusantara di Malang dalam rangka memperingati HUT Ke-103 Kota Malang.

Kalau untuk sepeda tua yang onderdilnya sudah berganti alias tidak asli lagi, harganya akan anjlok drastis. Bisa hanya sekitar Rp 2 juta sampai Rp 6 juta. Sepeda onthel yang paling banyak diminati saat ini antara lain Begos, Fongres, Gazele, dan Humbler. 

Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar

"Kebanyakan saat ini, sepeda-sepeda kuno yang masih terjaga orisinalitasnya  dengan harga puluhan juta rata-rata telah dipegang kolektor-kolektor. Sulit untuk dibeli," ungkapnya.

Salah satu kota yang banyak ditemukan sepeda tua dengan kualitas bagus adalah Ponorogo. Di Ponorogo banyak sekali ditemui sepeda-sepeda kuno yang kadang tidak ada di kota lain. Banyak kolektor dari berbagai kota seperti Malang, Blitar, Nganjuk yang mencari sepeda-sepeda tua original di Ponorogo.

"Ya itu, jika sudah memiliki sepeda tua dengan orisinalitas yang benar-benar asli harus rajin merawatnya karena memang onderdilnya sulit dicari. Ada tapi pastinya yang tidak ori. Namun biasanya sepeda seperti itu hanya dipajang," katanya. (*)


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Redaksi