Masyarakat Kota Malang harus lebih berhati-hati dan jangan mudah percaya jika kedatangan tamu tidak dikenal.
Pasalnya bisa saja tamu tersebut bukan orang baik, melainkan pelaku kejahatan.
Seperti yang dialami seorang penjaga toko Yeti Fitriani (19), warga Jalan Merdeka, Wajak, Kabupaten Malang ini.
Ia menjadi korban penipuan oleh seseorang laki-laki yang mengaku adalah suruhan dari majikannya dan membawa kabur HP korban.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/9/2018). Saat itu, korban sedang menjaga toko di kawasan Landungsari, Kota Malang seorang diri.
Sekitar pukul 12.00 WIB, ia didatangi laki-laki yang mengaku disuruh majikannya mengambil foto tanah yang akan disewa oleh majikannya.
Karena HP pelaku masih jadul, ia beralasan, jika majikannya menyuruh pelaku untuk memfoto tanah yang akan disewa majikannya tersebut menggunakan HP korban. Di situ, korban tak curiga dan akhirnya percaya begitu saja dan memberikan HP miliknya.
"Ya pas datang ke toko, katanya disuruh bos. Dia kenal sama bos saya, namanya Pak Johan. Kemudian sempat tanya, bos dimana, saya jawab lagi nggak ada," bebernya, Rabu (19/9/2018).
"Setelah itu ya ngomong kalau disuruh motret tanah yang akan disewa pakai HP saya, soalnya milik orangnya jadul. Orangnya kelihatan meyakinkan sekali," tambahnya.
Setelah memberikan HP miliknya kepada orang tersebut, pelaku pergi tanpa dicegah oleh korban. Kemudian korban lantas menghubungi majikannya untuk mengkonfirmasi hal tersebut.
Alangkah kagetnya korban, ternyata majikannya tak pernah menyuruh orang ke toko atau rencana menyewa tanah.
“Bos saya bilang kalau tidak pernah menyuruh orang dan tidak ada rencana menyewa tanah. Dari situ saya baru sadar kalau ditipu. Kemudian saya langsung lihat CCTV, untuk melihat ciri-ciri pelaku," jelasnya.
Pelaku mempunyai ciri-ciri perawakan tinggi dan gemuk, kulit agak hitam, rambut keriting, dan saat itu mengenakan masker.
Selain itu, pelaku menggunakan jaket kulit dan baju bermotif batik.
"Sudah laporan ke Polres Malang Kota kemarin (18/9/2018). Tapi masih belum ada kabar. Mohon bantuan juga kalau ada yang mengetahui agar lapor ke pihak berwajib," pungkasnya.
