Akhir-akhir ini jagad maya diramaikan oleh bahasan besaran uang belanja untuk istri selama seminggu sebesar 200 ribu rupiah.
Postingan yang entah siapa yang memulai menjadi debat menarik dan pro dan kontra di dunia maya.
Pasalnya ada yang menganggap uang belanja sebesar Rp 200 ribu cukup untuk kebutuhan seminggu. Namun, ada pula yang mengatakan sebaliknya.
"Jika wanita mampu mengatur uang belanja Rp 200 ribu dengan rasa syukur dan menerima dengan tulus maka itu cukup," kata Yuni (samaran) saat dikonfirmasi TulungagungTIMES melalui pesan layanan massanger, Selasa (24/7/2018).
Yuni menjelaskan, uang Rp 200 ribu itu bisa diatur dengan cara belanja hemat yakni membeli kebutuhan utama berupa beras 5 kilogram.
"Beras lima kilo sekarang paling mahal Rp 55 ribu, tidak perlu beras premium rasanya juga sama. Saya punya dua anak dengan beras lima kilo cukup bahkan seminggu masih ada sisia" ujarnya yang tiap hari masak sekitar 6 ons.
Belanja berikutnya menurut Yuni adalah mie instan dengan berbagai rasa agar saat dibutuhkan dapat berganti rasa.
"Saya anggarkan Rp 20 ribu untuk mie instan dalam seminggu, satu mie ini bisa dimakan bareng-bareng sama keluarga," jelasnya.
Jika ditotal, uang Rp 200 ribu sudah terpakai Rp 75 ribu berarti masih tersisa Rp 125 ribu.
"Uang Rp 25 ribu kita siapkan buat jajan anak kita, kan tidak tiap hari jajan, jadi kadang juga masih sisa," jelasnya.
Baru yang Ro 100 ribu sisanya menurut Yuni akan dibelanjakan fleksibel tiap pagi.
"Kadang beli sayur, kadang beli ikan laut, lombok dan bumbu sudah lengkap dengan beli sedikit-sedikit. Kan memang di pedagang keliling melayani eceran paling kecil sekalipun," terangnya.
Yuni juga mengirim foto rumah dengan mobil miliknya, sekaligus mengirim foto suami yang sedang mengurus ternak berupa sapi dan kambing.
"Saya pilih mengejar masa depan, dengan hemat hasil keringat bisa kita simpan untuk membeli yang lain," tuturnya.
Beda dengan Yuni, ibu dengan satu anak sebut saja namanya Liza (26) warganet yang pilih dicerai suaminya jika hanya diberi jatah uang belanja Rp 200 ribu seminggu.
"Ah, teori jika ada yang bisa hidup cukup dalam satu minggu dengan uang segitu. Emang tidak butuh make up, tidak butuh ke tetangga jika ada yang repot punya hajat, kematian dan lainnya," jelasnya.
Liza merasa apa yang disampaikan lebih jujur daripada hanya upaya pencitraan di media sosial yang mengaku bisa mengatur uang RP 200 ribu per minggu.
"Idih, saya ingin tau orangnya yang bisa konsisten hanya Rp 200 ribu seminggu bisa mencukupi semuanya," serunya.
Namun saat di beri pertanyaan jika seminggu Rp 200 ribu, maka sebulan mencapai 1 juta rupiah, Liza punya alasan beda.
"Nah jika jatah diberikan 1 juta untuk 1 bulan itu lain cerita," ketusnya.
Menurut Liza, jika sebulan Rp 1 juta maka manajemen jangka panjang bisa diterapkan dengan membelanjakan kebutuhan pokok (primer) dan kebutuhan insidental (sekunder).
"Jika Rp 200 ribu seminggu bisa di terima itu mengajari suami malas, tidak ada tuntutan lebih besar. Mending cari suami lagi yang lebih tajir," gurau Liza sambil mengirim foto saat perawatan di sebuah salon dengan caption #GantiSuami
