Budaya yang diwariskan sejak zaman dulu yaitu membagi pelaksanaan waktu lebaran menjadi dua momen yaitu bakda lebaran dan bakda kupat, masih terpelihara sampai kini.
Walaupun mungkin tidak lagi akan terlihat kesibukan di setiap rumah, khususnya dalam momen bakda kupat, saat menganyam atau membuat ketupat dengan bahan janur kelapa, seperti dulu.
Budaya bakda kupat yang konon diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada masyarakat Jawa, bukan sekedar memberikan keterampilan menganyam janur kelapa menjadi wadah beras yang kita sebut ketupat saja. Atau sebagai ciri khas hidangan khas hari raya. Tapi ada unsur filosofi yang dibenamkan melalui kearifan lokal oleh Sunan Kalijaga atas karunia alam yang kaya dengan tetumbuhan, seperti pohon kelapa. Serta tentunya nilai yang lebih dalam dalam ketupat itu sendiri.
Penamaan ketupat sendiri sudah memiliki nilai filosofis. Ketupat berasal dari kependekan dari ngaku lepat (mengaku salah, red) dan laku papat (empat tindakan, red).
Dari nilai filosofis Ketupat itu sendiri terangkum sebuah ajaran luhur beragama dan bermasyarakat dalam suatu cangkang (wadah) manusia, yaitu raga fisik.
Tutorial membuat ketupat (Ist)
Pertama, mencerminkan beragam kesalahan manusia yang diperlihatkan dalam rumitnya menganyam janur kelapa menjadi ketupat.
Kedua, mengenai kesucian hati dengan simbol warna putih ketupat setelah dibelah atau dibuka.
Selain itu, ketupat juga dijadikan cerminan kesempurnaan melalui bentuknya. Sedangkan keempat, sebagai simbol permohonan maaf.
Hal ini terlihat dari kreatifnya masyarakat dalam memadupadankan hidangan ketupat dengan lauk bersantan. Dari hal tersebut lahirlah ujaran “kupa santen” yang artinya, “ kulo lepat nyuwun ngapunten (Saya salah mohon maaf, red).
Dengan berbagai nilai filosofi luhur tersebut, Bakda Kupat menjadi tradisi kuat sampai sampai saat ini.
Walaupun, sekali lagi, mungkin sudah sangat jarang kita melihat di berbagai rumah kesibukan warga menganyam janur kelapa untuk dijadikan ketupat.
“Tidak bisa buatnya mas. Apalagi saya bingung cari janur kelapanya di mana. Ya, jadinya untuk bakda kupat saya beli saja di pasar yang menyediakan ketupat dari janur jadi,” kata Iswatun Khasanah warga Kepanjen kepada MalangTIMES, Selasa (19/6/2018).
Hal senada juga disampaikan beberapa warga di wilayah Kromengan yang masih bersetia melestarikan bakda kupat. Walaupun mereka untuk menghidangkannya membeli ketupat janur yang sudah jadi dan dijajakan di pasar.
Craft ID
“Rumit dan bahannya juga susah dicari. Jadi praktisnya saja kita beli di pasar. Setelah itu kita isi beras dan menggodoknya,” ujar Illa warga Slorok, Kromengan.
Bagi mereka, proses mencari janur kelapa sebagai bahan ketupat yang semakin langka di wilayahnya serta rumitnya menganyam sendiri, tidak menghilangkan esensi dari bakda ketupat itu sendiri.
“Hanya memang semakin jarang kita melihat orang membuat ketupat dari janur kelapa sekarang. Berbeda dengan saat saya waktu kecil dulu. Penjual ketupat janur pun semakin langka,” ujar Iswatun yang menegaskan walaupun dirinya membeli, tidak menghilangkan esensi bakda ketupat itu sendiri.
Nah, bagi yang ingin bernostalgia ke masa lalu atau yang ingin belajar asyiknya menganyam janur kelapa menjadi ketupat, MalangTIMES menyajikan tutorialnya untuk anda.
Bahan : Janur atau daun kelapa yang masih muda.
Cara Manual :
Pertama: Gulung janur sampai tiga kali gulungan pada tangan anda dengan posisi pangkal janur menghadap ke atas.
Kedua : Ambil janur satu lagi, gulungkan juga pada tangan anda sebanyak tiga kali. Namun kali ini posisi pangkal janur menghadap ke bawah.
Ketiga : Buatlah kedua gulungan janur tapi saling bersilangan. Namun janur harus tetap dalam posisi tergulung.
Keempat : Ambil salah satu ujung janur dan putar ke belakang susunan janur tadi.
Kelima : Masukkan ujung janur yang sudah diputar ke belakang tadi, ke janur yang berada pada posisi tengah. Cara memasukkan janur tersebut seperti menganyam.
Keenam : Teruskan ayaman tadi sampai bawah. Lakukan hal yang sama pada ujung janur yang satunya lagi.
Ketujuh : Pangkal janur yang sudah terletak di samping, langsung bisa diayam ke atas. Lakukan hal ini pada kedua pangkal janur hingga bertemu di bagian atas ketupat.
