MALANGTIMES - Budaya Timur Tengah tampaknya lekat dengan Indonesia. Kekayaan etnik Timur Tengah yang berkembang di Indonesia itulah yang menarik perhatian Profesor Musik dan Etnomusikologi asal Amerika Serikat Anne K. Rasmussen.
Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024
Direktur The William and Mary Middle Eastern Ensemble Music itu bahkan menunjukkan kebolehannya memainkan alat musik Oud yakni alat musik bertali berbentuk pear yang sering digunakan di Timur Tengah.
Anne yang fasih berbahasa Indonesia itu menjelaskan bahwa ketertarikannya meneliti perkembangan musik Timur Tengah di Indonesia tak lain karena Indonesia memiliki keterikatan yang erat dengan budaya Timur Tengah.
"Saya mendengar adzan ketika di Indonesia. Selain itu, ada dangdut juga. Dan itu semua ada bahasa Arab," tuturnya disinggung awal ketertarikan ia meneliti musik Timur Tengah di Indonesia, saat ditemui MALANGTIMES di Kafe Pustaka Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (6/2/2017).
Anne yang merupakan pakar musik Timur Tengah itu sempat berkelakar. "Ya, walaupun kemampuan bahasa Indonesia saya seratus kali lebih baik dari bahasa Arab, tapi saya pahamlah," candanya.
Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19
Dari penelitiannya soal musik Timur Tengah di Indonesia, Anne menyimpulkan bahwa ada pengaruh budaya Jawa.
Selama 15 tahun dekat dengan seorang pemuka agama bernama Maria Ulfa, Anne menyebut bahwa pengaruh Jawa itu justru membuat warna tersendiri bagi musik Timur Tengah yang berkembang di Indonesia. (*)
