MALANGTIMES - Dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan, pastinya didukung dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadahi. Fasilitas yang sangat mendukung tak dirasakan di sekolah swasta, terutama di bawah naungan Kementerian Agama.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Saat MalangTIMES mengunjungi salah satu madrasah swasta Madrasah Aliyah Muallimin NU Malang, kondisinya perlu perhatian dari pemerintah.
Madrasah yang berada di Jalan Kapten Piere Tendean II No. 03, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen ini setiap harinya dibuat kegiatan belajar mengajar MI, MTs dan MA.
"Di sini ada 3 lantai, lantai satu untuk belajar siswa MI, lantai dua untuk MA, dan lantai 3 untuk MTs jadi satu dengan ruang aula, Lab Komputer dan perpustakaan," kata Bagian Informas serta menjabat Guru Ekonomi MA Muallimin NU Malang, Deny Syafrudin kepada MalangTIMES Senin (6/2/2017)
Saat menyusuri tangga satu ke tangga lainnya, nampak para siswa belajar diruang kelas bertembok hijau yang memuat sekitar 16 bangku saja. Namun mereka tak pernah patah semangat untuk menempuh pendidikan.
Mereka sangat menikmati fasilitas yang ada di sekolah tercintanya. Lantai dua ini, ada dua ruang kelas yang digunakan sekitar 56 siswa MA.
Kemudian di lantai atas, terdapat 3 ruangan. Dimana diisi dengan ruangan aula, ruang kelas dan Lab Komputer menjadi satu dengan perpustakaan.
"Kami terkendala dengan lahan, jadi tak bisa menambah ruang fasilitas. Akhirnya ruang Lab Komputer menjadi satu dengan perpustakaan berukuran 4x5 meter saja," ungkap pria 35 tahun tersebut.
Ruangan yang berada di lantai atas ini kondisinya sangat miris. Ruang belajar siswa MTs diberi sekat dengan ruang Lab Komputer dan perpustakaan. Ruang belajar pun sama ukuranya dengan Lab Komputer.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Terlihat, kondisi penataan peralatan ruang kelas, buku maulun komputer ditempatkan di ruang seadanya.
"Maaf mas kondisinya seperti ini, jadi peralatan dan perlengkapan sekolah berantakan," seru pria 2 anak tersebut sembari menata buku dan komputer di ruangan lab tersebut.
Bangunan sekolah sendiri sudah selayaknya ada renovasi pembenahan bangunan. Namun selama ini bantuan dari pemerintah maupun yayasan masih terkendala.
"Berhubung sekolah ini swasta mas, kami sudah mengurus sertifikasi bantuan Bosda. Sekarang kami ikut jadi satu Yayasan LP Ma'arif agar mendapat bantuan operasional sekolah," tutur pria ramah tersebut.
Deny berharap, agar pemerintah memberikan bantuan ke sekolah swasta tidak hanya ke sekolah negeri saja. Pihaknya sangat menginginkan bantuan untuk operasional sekolah pengadaan buku, komputer dan perlengkapan sekolah lainnya.
"Jadi kami sampai saat ini tidak bisa melaksanakan UNBK sendiri. Kami setiap ujian bergabung dengan MAN 3 Malang," ujar Deny
