Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan kini bisa berbangga dengan geliat kesadaran masyarakatnya yang berjuang mengangkat potensi unggulannya yaitu kopi merah.
Setelah cukup lama bergulat untuk memiliki destinasi wisata edukasi kopi, impian warga dan Pemerintah Desa Jambuwer, mulai terlihat. Kedai Kopi Merah Jambuwer sebagai langkah awal mewujudkan mimpi itu, akhirnya dilaunching pada Kamis (15/03). Kedai Kopi Merah Jambuwer ini berada di areal sawah Johan.
Launcing Kedai Kopi Merah Jambuwer itu juga dihadiri oleh Hj Jajuk Rendra Kresna serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara. Tak kalah heboh, Kadisparbud juga memboyong Joko Roro-nya dalam acara tersebut.
Wajah cantik dan ganteng para Joko-Roro ini membuat warga yang menyemut di lokasi acara semakin antusias. Terutama saat Ketua PKK Kabupaten Malang meminta kepada band penghibur agar para Joko-Roro dikasih waktu untuk menyanyi.
Hj Jajuk Rendra Kresna (berdiri) saat memberikan sambutan, bersama Kadisparbud Kabupaten Malang serta undangan lintas kedinasan (Nana)"Anak-anak saya minta waktu untuk menyanyi. Biar mereka terbiasa nanti saat jadi duta pariwisata dan terjun ke desa-desa, " kata Jajuk Rendra Kresna.
Maka, mengalunlah lagu Sayang Via Vallen dari Joko-Roro. Sontak rekan lainnya secara spontan berdiri di panggung tepat kedai kopi merah Jambuwer yang berbentuk gazebo memanjang. Mereka berjoget dan bergoyang mengikuti irama dan lagu Sayang nya Via Vallen.
Goyangan para Joko-Roro ini akhirnya menular kepada para tamu undangan. Kadisparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara pun bergoyang. Camat Kromengan dan beberapa tamu undangan ikut larut dalam kemeriahan acara tersebut.
Sebelum acara launcing di goyang oleh para Joko-Roro Pariwisata, Jajuk dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kebersamaan, tekad kuat serta pengorbanan Pemerintah Desa, gapoktan Mekar Tani serta seluruh masyarakat dalam mewujudkan impiannya membangun destinasi wisata desa.
"Ini adalah modal besar dalam pembangunan. Kesadaran ini yang patut diapresiasi, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata, " ujar Jajuk.
Ketua PKK Kabupaten Malang ini juga menyampaikan, potensi di Kromengan, khususnya Jambuwer terbilang istimewa. Walaupun wilayahnya tidak dilalui jalan Provinsi yang secara langsung maupun tidak, menjadi medium promosi efektif bagi potensi yang akan diangkatnya.
"Tapi melihat tekad, kebersamaan di sini, saya yakin wisata yang diimpikan akan terwujud. Jambuwer ini mirip dengan Pujon Kidul yang terbukti mampu menjadikan desanya sebagai destinasi wisata andalan. Padahal wilayahnya juga tidak dilalui jalur Provinsi, " terang Jajuk yang mendapat kejutan dari masyarakat Jambuwer dengan sebuah kado lagu Ulang Tahun baginya yang bertepatan dengan launcing kedai kopi merah.
Selain memberi motivasi, dirinya juga berharap, kedai kopi merah Jambuwer tidak hanya menjual minuman kopi saja. Tapi juga dilengkapi dengan berbagai jenis makanan dan minuman khas Kromengan.
"Ini agar semakin banyak varian yang ditawarkan kepada pengunjung nanti. Jadi saran saya untuk Kromengan, fokus dulu ke Jambuwer untuk mewujudkan desa wisatanya secara bersama-sama, " ujar Jajuk.
Hal terakhir yang disampaikan Jajuk kepada masyarakat Jambuwer adalah mengenai kualitas kopi yang akan dijadikan menu utama di kedai. Jajuk berharap pengelola terus menjaga kualitas kopi tersebut. "Jangan sampai orang yang menikmati kopi kita kapok dan bercerita kopi Kabupaten Malang tidak enak. Kita wajib jaga kualitas tersebut. Karena kopi kita adalah kopi berkualitas tinggi dan telah dikenal di mancanegara juga, " ujarnya sambil menegaskan juga mengenai promosi sebagai hal terpenting dalam menjual produk.
