Delman atau andong sebagai alat transportasi masyarakat keberadaannya kini semakin langka.
Tergerus oleh zaman dan digantikan alat transportasi mesin,seperti sepeda motor, becak motor dan angkutan umum lainnya.
Baca Juga : Tampilan Baru, Sarinah Malang Kini Banyak Produk untuk Kawula Muda
Hal ini dituturkan oleh Didiek (61) dan Solikin (51) kusir delman yang beroperasi di Stasiun Ngebruk Sumberpucung.
"Seingat saya dulu delman yang ada disini, stasiun, pasar dan tempat umum lainnya jumlahnya puluhan, mas,"kata Didiek kusir delman warga Senggreng yang menyebut kisaran angka tiga puluh delman.
"Kini yang masih ada sekitar enam delman saja,"lanjutnya.
Senada dengan Didiek, Solikin yang telah 40 tahun menjadi kusir delman, menyatakan setiap tahun delman semakin hilang.
"Semakin habis, mungkin karena faktor penghasilannya tidak tentu dan sedikit. Selain perawatan kuda yang butuh ketelatenan dibanding motor,"ujarnya.
Dengan penghasilan setiap hari Rp. 40 ribu, menjadi kusir delman memang menjadi profesi yang tidak seksi walaupun ia memiliki sejarah panjang di Republik ini.
Delman pertama kali ditemukan oleh seorang insinyur bernama Ir. Charles Theodore Deeleman, seorang ahli irigasi yang mempunyai bengkel besi di pesisir Batavia (Jakarta sekarang, red) di masa Pemerintahan Hindia Belanda, sekitar tahun 1800-an.
Nama delman yang kini masih dipergunakan diambil dari nama belakang penemunya, walaupun pada abad ke -19 dibeberapa daerah penamaan dan bentuk fisiknya berbeda-beda.
Baca Juga : Dari Kain Perca Perempuan Ini Bisa Bantu Ekonomi Warga Sekitar
Ada yang menamakannya Sado terutama di daerah Priangan yang diadopsi dari Bahasa Perancis dos-à-dos yang berarti saling memunggungi.
Di daerah lain dinamakan Dog-cart (dokar) yaitu kereta berkuda satu yang sporty dan ringan. Phaeton kereta ringan yang tangkas dan ringan serta dapat dinaiki seorang pengendara dan pengemudi, tetapi berkuda dua.
Nama lainnya adalah Chaise atau shay (sais) pada tipenya yang beroda dua untuk satu atau dua orang, dengan sebuah bangku belakang dan penutup yang bisa dibuka-tutup.
Berikutnya adalah Cabriolet yang beroda dua dan berkuda satu, serta penutup lipat yang bisa menutupi dua orang (salah satunya adalah si pengemudi) yang kini masih bisa kita lihat.
Panjangnya cerita delman tersebut, ternyata tidak sepanjang nafas para kusir delman saat ini. Hanya sebagian kecil yang masih bertahan, seperti Solikin dan Didiek.
Sumber : Dari berbagai sumber diolah
