Masyarakat Malang Raya diminta tetap ekstra waspada dimasa musim penghujan. Pasalnya, mulai Januari hingga pertengahan Februari mendatang, wilayah Malang Raya diprediksi masih dilanda cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem beberapa minggu terakhir ini dipengaruhi munculnya awan Cumulonimbus yang menyapu kawasan Malang Raya. Akibatnya, banyak pohon tumbang baik di daerah perkotaan maupun kawasan pedesaan.
MalangTIMES merangkum sejumlah kejadian pohon tumbang di Malang Raya. Pada Jumat (5/1/2018) ada dua kejadian pohon tumbang.
Kejadian pohon tumbang di Jalan Raya Tumpang Kabupaten Malang disebabkan awan Cumulonimbus ditandai hujan sedang-lebat disertai petir dan amgin kencang. (foto : Sugeng Prayitno for MalangTIMES)Pertama di wilayah Jalan Raya Sitirejo, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang pohon tumbang memakan satu korban hingga meninggal dunia.
Di hari yang sama, pohon tumbang terjadi di Jalan Diponegoro, Kota Malang yang menimpa tiga mobil hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Kali ini, Sabtu (6/1/2018) sekitar pukul 13.30 WIB terjadi pohon tumbang di Jalan Raya Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Camat Tumang, Sugeng Suprayitno membenarkan ada kejadian pohon tumbang di wilayah Tumpang akibat hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Malang.
"Benar mas, sekitar pukul 13.30 WIB tadi ada satu pohon tumbang jenis akasia, persisnya di sebelah timur Jalan Raya Tumpang atau di depan Kantor Pos Giro Tumpang," kata Sugeng saat dikonfirmasi MalangTIMES disela dirinya melaksanakan pembersihan pohon tumbang tersebut.

Menurut Sugeng, pohon tersebut tumbang karena sudah lapuk disebabkan usianya memang sudah cukup tua. Pihaknya bersama warga sekitar dan tim BPBD Kabupaten Malang bergegas membersihkan bekas-bekas insiden tersebut.
"Pohon yang tumbang tidak sampai menutup jalan sepenuhnya. Sekarang kami masih dalam proses evakuasi dengan melakukan pemotongan pohon, lalu kami pinggirkan ke tepi jalan," paparnya.
"Iya kami prediksi satu jam lagi proses pembersihan sudah selesai, dan arus kendaraan masih berjalan normal," terangnya.
Menanggapi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Joko Budi Utomo menjelaskan cuaca beberapa minggu terakhir ini memang tidak menentu. Intensitas hujan bersifat sedang hingga lebat kerab terjadi terutama di wilayah Malang Raya.
"Kejadian pohon tumbang disebabkan adanya Awan Cumulonimbus (CB) ditandai dengan hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang," ungkap Joko.
"Sekarang ini masih terjadi adanya pertemuan pola angin dengan awan tebal di atas wilayah Jawa Timur yang menimbulkan penumpukan massa uap air yang menyebabkan hujan begitu lebat," paparnya.
Joko menerangkan cuaca ekstrem atau puncak musim hujan 2017-2018 ini diprediksi selesai pada akhir Januari hingga pertengahan Februari mendatang.
"Kami mengimbau kepada masyarakat tetap waspada di musim penghujan ini, terutama bagi pengendara agar menghindari berteduh di bawah pohon yang berusia tua dan baliho atau papan reklame yang tidak layak," ujarnya.
