Pada akhir bulan November lalu Javan Langur Center (JLC) Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji melepasliarkan sejumlah 14 ekor lutung Jawa di kawasan hutan lindung RPH Sumbermanjing Kulon, Malang selatan. Dengan demikian JLC Coban Talun telah melakukan sembilan kali pelepasliaran lutung Jawa.
Sembilan kali pelepasliaran itu sehingga totalnya ada 56 ekor lutung Jawa di area Hutan Lindung Coban Talun sejumlah 23 ekor, dan Hutan Lindung Malang Selatan 33 ekor.
Iwan Kurniawan, Project Manager JLC, Coban Talun menjelaskan terhitung sejak tahun 2012 Balai Besar KSDA bersama The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAF IP) telah melakukan sembilan kali pelepasliaran lutung Jawa.
Pemilihan lokasi di kawasan Hutan Lindung Coban Talun dan Hutan Lindung Malang karena tipe habitat di kawasan tersebut merupakan hutan hujan tropis dataran rendah dengan jenis dan bentuk vegetasi yang beragam.
Kemudia hutan alam yang membujur dari barat (Balekambang) hingga ke timur (Kondangiwak) merupakan benteng terakhir untuk perlindungan satwa langka.
“Iya, di sana benteng terakhir untuk perlindungan satwa langka seperti lutung Jawa, kukang Jawa, macan tutul Jawa, elang Jawa, rangkong badak, merak hijau dan lain-lainnya di luas kawasan konservasi,” ungkap Iwan.
Tugasnya memang tidak selesai pada pelepasliaran, dari hasil pelepasliaran yang telah dilakukan itu, sejumlah lutung itu sudah berkembangbiak dan sebagian lagi bergabung dengan populasi liar di habitat barunya.
“Dari hasil data TAF IP mencatat sedikitnya ada 141 ekor lutung Jawa di Hutan Malang Selatan. Artinya ada kecenderangun populasi bertambah di kawasan tersebut,” imbuhnya kepada BatuTIMES.
Sebelumnya di JLC ini totalnya ada 31 ekor lutung. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbesar sejak berdirinya JLC Coban Talun. Sebelumnya ada hanya ada 21 ekor lutung saja. Dengan dilepasliarkannya lutung terakhir sehingga saat ini tersisa 17 ekor.
“Sejak 2011 lalu sampai terakhir sebelum pelepasliaran lalu jumlahnya terbanyak,” jelas Iwan.
