Tak hanya restoran saja yang pakai penjualan Drive Thru rupanya saat ini merambah ke Pedagang Kaki Lima (PKL).
Seperti lapak Ketan Bubuk “Tjap Kehidupan” milik Arif Agus Setiawan (37). Dia yang berjualan di sekitaran jalan TGP Kota Blitar ini banyak disambangi pesepeda motor dan mobil yang beli bungkus dan langsung pulang. Tak pelak ketan bubuknya ludes dalam waktu singkat.
“Kalau ditanya awal mulanya ya dari kepepet cari pekerjaan. Hingga akhirnya jadi pedagang es degan. Lalu tak sengaja jual ketan laris lalu berfikiran untuk fokus jualan ketan,” kata Arif kepada BLITARTIMES, Rabu (25/10/2017).
Menurut dia, waktu saat dia jualan es degan dan kopi awalnya sepi. Jualan degannya tak selalu habis. Dan pembelinya juga hanya teman-temannya saja yang datang sekaligus untuk nongkrong.
Suatu ketika dia mempunyai ketan mentah yang tak digunakan. Lalu istrinya secara tak sengaja menggodok ketan itu, dikemas dalam plastik, dan sudah ditaburi bubuk kacang. Lalu ketan itu dibawa ke warung es degannya.
“Oleh teman saya disarankan untuk fokus jualan ketan saja. Karena nongkrong enak kalau makan ketan. Lalu secara dadakan buat rombong dari kayu seadanya dengan gaya rombong model eropa ini,” bebernya.
Dia yang beralih dagangan ke produk ketan ini malah laris. Waktu itu dia berjualan di jalan merdeka. Namun sayang dia waktu berjualan ketan di Jalan Merdeka selalu pulang malam. Lantaran dia harus menunggu toko di Jalan Merdeka tutup. Sehingga dia buka baru pukul 21.00 ke atas.
“Istri saya mengeluh lalu saya pindah jualan ketan saya ke jalan TGP. Disana bisa jual lebih sore sekitar pukul 15.00 dan laris juga. Tapi disana tipe pembelinya tak pernah nongkrong tapi selalu dibawa pulang. Dari situ sistem Drive Thru muncul,” jelas Arif yang juga pemusik.
Dia mengaku terinspirasi dengan salah satu restoran waralaba internasional yang baru buka cabang di Blitar yang menggunakan sistem Drive Thru. Dia mengikuti hal itu dan membuatnya jadi sukses besar. Ketan yang dia bungkusi dengan harga berkisar dari Rp 4 ribu hingga Rp 6 ribu bisa ludes dalam 4 jam saja.
“Mereka yang bawa mobil atau sepeda motor langsung parkir didepan lapak dan langsung beli bungkusan. Dan favorit mereka adalah ketan bubuk original selalu habis dahulu,” tukasnya.(*)
