Wisata pemandian Metro yang terletak di ibu kota Kabupaten Malang merupakan salah satu destinasi pariwisata lokal yang terbilang diminati masyarakat. Walaupun masih terkenal dengan pemandiannya saja selama ini, destinasi wisata yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa Kabupaten Malang itu menjadi magnet sebagai ruang relaksasi keluarga.
Hal ini terbukti dengan jumlah pengunjung yang terbilang banyak. Di akhir pekan wisata Metro biasanya diserbu sekitar 200 pengunjung yang menikmati sejuknya air di kolam Metro maupun keteduhan hutan kotanya. Antusiasme warga inilah yang membuat PD Jasa Yasa melakukan make over di areal wisata Metro. Mengusung eko wisata berbasis air, tahun 2018 wisata Metro akan mengalami perubahan perwajahan.
"Walau tidak secara besar-besaran ya. Tapi renovasi ini akan membuat Metro menjadi lebih lengkap sebagai tempat wisata keluarga," kata Dwi Hari Cahyono, direktur utama PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Senin (16/10).
Proses renovasi yang telah berjalan sekitar satu bulan terakhir ini difokuskan terlebih dahulu di areal parkir yang dianggap kurang luas dan tidak representatif. Sebelum renovasi, lahan parkir di wisata Metro hanya bisa menampung 11 kendaraan roda empat atau sekitar puluhan roda dua. "Nanti setelah selesai renovasi minimal 200-300 kendaraan roda dua," ujar Dwi yang juga menyampaikan bahwa kolam renang yang sekarang ada pun dalam proses renovasi.
Beberapa hal yang akan mengubah wisata Metro yang akan selesai di tahun 2018 adalah pembangunan homestay dengan konsep rumah bambu. Selain itu, ada penambahan wahana water boom mini serta penanaman berbagai jenis bunga khas Malang. Tentunya spot selfie akan menghiasi wisata Metro di beberapa titik yang masih cukup luas dalam pengembangan wisata.
"Kami masih ada lahan sekitar 12 hektare yang bisa dikembangkan di sini. Tentunya konsepnya ekowisata. Sehingga antara pariwisata dan lingkungan hidup tetap selaras," terang Dwi.
Dia juga menambahkan, dengan konsep tersebut, pihaknya optimis wisata Metro yang selama ini dikenal sebagai tempat pemandian saja akan berubah dan membuat daya tariknya semakin tinggi.
"Seluruh renovasi kami target selesai 2018. Kita yakin setelah dilakukan ini, animo masyarakat akan semakin tinggi," ujar Dwi yang telah memiliki target pengunjung sekitar 500 pengunjung setiap harinya.
Di kesempatan berbeda, adanya make over wisata Metro disambut cukup baik oleh masyarakat yang terbiasa berkunjung ke sana. Wahyudiono (31), warga Talangagung, Kepanjen, mengatakan bahwa Metro memang saatnya diubah dan ditambahi fasilitas atau spot baru. "Kalau hanya jual kolam renang saja lama kelamaan akan ditinggal pengunjung, Mas," ucapnya kepada MalangTIMES.
Penambahan fasilitas atau wahana akan membuat pengunjung memiliki banyak alternatif pilihan berwisata di Metro. "Selama ini saya ke metro karena anak-anak ingin berenang. Saya sendiri hanya menungguinya," ungkap Marsanda, ibu rumah tangga yang memiliki anak dua dan tinggal di Dilem, Kepanjen.
Adanya make over tersebut tentunya mendapat apresiasi positif bagi masyarakat khususnya para pengunjung setia Metro. Dan tentunya juga dengan adanya perubahan tersebut diharapkan bisa menjaring pengunjung baru. (*)
