MALANGTIMES - Syarif Abdul Hamid Alkadrie atau yang lebih dikenal dengan sapaan Sultan Hamid II, merupakan putra sulung dari Sultan Pontianak ke-6. Sultan Hamid II adalah perancang lambang Negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Pemahaman sejarah yang bengkok dengan mengira Sultan Hamid II terlibat dalam APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) pada 1950, yang diprakarsai oleh Westherling. Membuat banyak pihak menghujat dan melupakan jasa besarnya dalam merancang lambang negara.
Menjawab kekeliruan tersebut, Guru Besar Ilmu Pidana Universitas Trisakti, Profesor Andi Hamzah mengatakan, Sultan Hamid II merupakan pencipta lambang negara. Bahkan, hal itu diakui oleh plokamator RI, Muhammad Hatta dalam bukunya yang berjudul "Bung Hatta Menjawab".
Dalam sekilas cerita Sultan Hamid II di atas, Rio Pratama sebagai peserta Mannequin Challenge yang diadakan oleh MalangTIMES dan Lontar Sansekerta ini, mengambil cerita tersebut dan memakai Tugu Khatulistiwa sebagai tempat.
Tugu Khatulistiwa (Equator Monument) sendiri dibangun pada 1928 dan menjadi landmark Kalimantan Barat. Tepat di tugu itu garis lintang 0 derajat bumi, garis yang tepat membelah bumi bagian selatan dan bagian utara. Pada bulan-bulan tertentu kita dapat menikmati titik kulminasi matahari serta menyaksikan fenomena telur berdiri dan fenomena tanpa bayangan.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
"Pentingnya sejarah di atas adalah guna mengingatkan generasi muda dan masyarakat Indonesia dan meluruskan sejarah tentang Sultan Hamid II yang dianggap memberontak terhadap negara dengan terlibat dalam APRA, serta memperjuangkan Sultan Hamid II sebagai pahlawan nasional dari Kalimantan Barat," ujar Rio Pratama.
Topik
Peristiwa Mannequin-Challenge Sultan-Hamid-II APRA Mannequin-Challenge-Sejarah
UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK
Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :
