Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Peringati Tahun Baru Islam, Warga Olean Kirab Pusaka Pengeran Tanggul Angin

Penulis : Heru Hartanto - Editor : Lazuardi Firdaus

08 - Oct - 2017, 18:22

Placeholder
Kades Olean Ansori menggunakan pakaian muslim saat kirab pusaka Pengeran Tunggul Angin dari makam Raden Darsono ke Makam Pangeran Tunggul Angin. (Foto Heru Hartanto / Situbondo TIMES)

Tahun Baru Islam 1438 H diperingati dengan kirab pusaka di Desa Olean, Situbondo. Kirab tersebut juga bertujuan mengembangkan distinasi wisata religi.

Kepala Desa Olean Ansori mengirab pusaka Pangeran Tunggul Angin dari makam Raden Darsono ke makam Pangeran Tunggul Angin di Dusun Kandang Utara, Desa Olean, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, Minggu (08/10/2017). Kirab pusaka Pengaeran Tunggul Angin yang dilepas Wakil Bupati Situbondo Ir H Yoyok Mulyadi MSi tersebut diikuti ratusan   masyarakat Desa Olean dengan berbagai pernak-perniknya. "Kirab pusaka ini diselenggarakan untuk dalam rangka memperingati tahun baru Islam sekaligus memperkenalkan Desa Olean sebagai distinasi desa wisata," jelas Ansori.

Lebih lanjut, Ansori mengatakan, kirab pusaka Pangeran Tanggul Angin yang dilakukan masyarakat Desa Olean merupakan salah satu upaya mengingatkan masyarakat bahwa di Desa Olean tersimpan potensi wisata religi yang masih akan dikembangkan. "Antusiasme masyarakat untuk mengikuti kirab pusaka Pangeran Tunggul Angin merupakan salah satu bukti nyata bahwa Desa Olean mempunyai peninggalan bersejarah yang harus dilestarikan keberadaannya," ucap Pak Kades.

Sia juga menjelaskan panjang lebar asal usul Pangeran Tanggul Angin dan Pangeran Darsono yang makamnya ada di Desa Olean. "Harapan saya dengan dikirabnya pusaka Pangeran Tunggul Angin yang diikuti ratusan masyarakat, Desa Olean bisa menjadi distinasi desa wisata religi dalam upaya melestarikan budaya budaya dan peninggalan sesepuh atau pembabat Desa Olean," pungkas Ansori.

Pantauan media online ini, ratusan masyarakat Desa Olean yang mengikuti kirab pusaka Pangeran Tunggul Angin terlihat antusius. Mereka menggunakan berbagai pakaian tradisional dearah lain maupun pakaian budaya lokal yang mengandung nilai budaya Desa Olean. Selain itu, diadakan atraksi pencak silat yang memeragakan jurus-jurus silat asli Desa Olean. (*)


Topik

Peristiwa Tahun-Baru-Islam Kirab-Pusaka-Pengeran-Tanggul-Angin



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Heru Hartanto

Editor

Lazuardi Firdaus