Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Barong Ider Bumi, Budaya Oseng yang Masih Dipertahankan hingga Kini

Penulis : Hakim Said - Editor : Heryanto

27 - Jun - 2017, 03:35

Placeholder
Menpar dan bupati saat nyantap pecel phitik suguhan selamatan kampong. (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)

Kampong Using yang berada di Desa Kemiren Banyuwangi memiliki sebuah tradisi yang sangat unik setiap usai Lebaran.

Tradisi barong ider bumi ini merupakan sebuah tradisi adat masyarakat kampong using untuk menjauhkan desanya dari mara bahaya atau pageblug (wabah penyakit).

Ritual tradisi adat ini di lakasanakan rutin oleh masyarakat using setiap 2 syawal. Tradisi adat ini diawali ritual sembur othik-othik, yakni ritual melempar (menyembur) uang receh yang dicampur beras kuning dan bunga.Ritual ini melambangkan warga untuk membuang (melempar) sial dari Desa Kemiren.

Sebagaimana dikatakan Suhaimi selaku ketua adat Desa Kemiren, setelah itu seluruh warga mengarak tiga barong Osing yang diawali dari pusaran (gerbang masuk) desa ke arah barat menuju tempat mangku barong sejauh dua kilometer.

Selain warga, para sesepuh juga ikut berjalan mengarak barong-barong tersebut sambil melafalkan doa-doa untuk keselamatan seluruh warga.

Setelah diarak sejauh dua kilometer, para Barong digiring kembali ke pusarannya yang langsung diakhiri dengan kenduri masal oleh warga di sepanjang jalan desa. 

Selain membuka acara adat ini Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas senin (26/6/17) jam 13.00 WIB juga ikut mengarak barong.

Selanjutnya, Menpar bersama istri juga ikut serta mengarak barong ider bumi dengan menunggangi kereta kencana sedang Bupati Anas menunggangi kuda kencak.

Seusai mengarak barong warga kemiren bersama ketua adat mengadakan selamatan masal yang diadakan di jalan utama desa dengan menampilkan suguhan menu makanan pecel phitik khas Desa Kemiren.

Menpar dan Bupati bersama masyarakat desa juga wisatawan domestic maupun mancanegara ikut makan pecel phitik yang di suguhkan dalam prosesi selamatan desa tahun ini.

Menpar Arief Yahya mengatan, Banyuwangi adalah salah satu kota terbaik yang masuk 10 besar branding pariwisata nasional.

"Maka dari, itu saya semakin yakin dengan diadakan tradisi ini setiap tahunnya akan bisa mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke Banyuwangi.Tradisi seperti ini yang berasal dari bahwa ini yang  bisa mengangkat nilai nilai kebudayaan culture desanya.dengan suguhan yang sangat sederhana tetapi bisa menyugukan kesenian yang bagus, tradisi yang semacam ini yang bisa menjual di para wistawan.Saya menginginkan dengan adanya tradisi seperti ini ada nilai perekonomiannya. Di karenakan pada prinsipnya pariwisata itu terdiri 2 nilai besar Dari nilai kebudayaannya Dan juga nilai perekonomiannya kedua harus saling bersinergi untuk bisa memperkuat tradis desa di pertahankan," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Menpar menyatakan akan membantu adanya satu Bumdes di desa ini yang basisnya adalah pariwisata dan kebudayaan dengan bentuk contohnya homestay dengan culture nusantara adat using.

Dengan diadakan semacam ini agar muncul perekonomian yang  bisa di rasakan oleh masyarakat desa.selain itu pihak Kemenpar juga membantu even-even festival yang penyelenggaraannya minimal Sudah berjalan 4 tahun. Dan Kemenpar juga membantu alat-alat kesenian desa kemiren berupa satu set barong Dan satu set gamelan. 

"Saya meminta kepada masyarakat maupun pengelola wisata yang ada di Banyuwangi semua harus bisa menata dengan baik aset destinasinya. Saya juga mengingatkan kalau sudah nilai perekonomian wisatanya berkembang dengan baik, masyarakat sebagai pengelola tidak boleh egois. Apa yang dibutuhkan oleh custamer harus kita perhatikan," tandasnya.


Topik

Peristiwa Barong-Ider Bumi Budaya Oseng



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hakim Said

Editor

Heryanto