MALANGTIMES - Wali Kota Malang, H. M. Anton menyampaikan revolusi mental dapat mengubah paradigma dan meningkatkan integritas, etos kerja dan gotong royong di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Malang.
Demikian dikatakan saat ia memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Revolusi Mental Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2016, di Ruang Sidang Balai Kota Malang. Senin, (14/11/2016).
''Sosialisasi revolusi mental ASN ini sangat penting sekali di lingkungan Pemerintah Kota Malang,'' kata Anton
Dia menerangkan, wujud dari revolusi mental ini akan menyentuh paradigma dan mindset para aparatur negara dalam membangun bangsa.
“Kami berharap para ASN, jajaran SKPD, lurah dan camat di Pemerintahan Kota Malang akan memperoleh pengetahuan dan pemahaman terkait nilai-nilai revolusi mental," tegas pria yang akrab disapa Abah Anton tersebut.
Ke depan, ASN harus mampu mendapatkan kepercayaan kembali dari masyarakat, sekaligus menjadi contoh dan teladan serta berperilaku jujur.
"Tentunya, dapat dipercaya dan terpenting anti memberi dan menerima suap (pungli)," tutur pria nomor satu di Pemerintahan Kota Malang tersebut.
Kegiatan ini, lanjut Anton, sudah digariskan dalam Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 2014, tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Tujuannya memperbaiki manajemen pemerintahan agar berorientasi pada pelayanan publik. Sebab ASN tidak berorientasi melayani atasan, melainkan melayani masyarakat.
