MALANGTIMES - Secara umum angka-angka disusun berurutan mulai dari satu, dua, tiga, empat, lima, enam, dan seterusnya untuk bilangan asli.
Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB
Namun bagi penghobi traveling dan sering berkunjung ke satu hotel ke hotel lain, kalian pasti menyadari hilangnya angka empat di hotel yang kalian tempati. Nggak hanya empat bahkan, biasanya angka yang hilang itu mulai dari empat, empat belas, 24, 34, 44, dan seterusnya.
Nah, ketiadaan lantai-lantai berbau angka empat tersebut biasanya dipoles dengan perloncatan lantai atau menggantinya dengan angka yang lain. Perloncatan lantai misalnya dari lantai 3 langsung ke lantai 5 (lantai 4 ada, tapi memang sengaja dikosongkan).
Atau dari lantai 13 (ini biasanya juga nggak ada karena dianggap sial) langsung ke lantai 15 dan seterusnya. Tapi nggak semua hotel begitu juga. Ada yang mengakali lantai 4 dengan substitusi nomor lantai. Biasanya angka empat digantikan dengan gabungan angka dan huruf seperti lantai 3A dan lain sebagainya.
Kenapa ya kok bisa begitu? Dilansir dari Hipwee ternyata inilah misteri hilangnya lantai empat di hotel-hotel. Simak selengkapnya.
Jadi ini penjelasannya, sebagian masyarakat yang berkiblat pada budaya chinese atau Tionghoa memiliki kepercayaan soal fengshui. Angka 4 itu kakinya satu misalnya. Nah, kalau dipikir menggunakan logika kan itu hal yang tak seimbang.
Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan
Dengan ‘bentuk tubuh’ begitu, hanya berdiri kaki tunggal, dia sangat rentan untuk menopang ‘tubuh’nya sendiri. Lalu, angka 4 itu mirip apa hayo? Anak TK juga tahu, kalau angka 4 punya model seperti kursi terbalik. Sehingga angka ini pun dinilai tidak bagus untuk kedudukan dan jabatan, karena ditengarai bisa menyebabkan jabatan yang dimiliki akan turun atau jatuh.
Nggak berhenti sampai di situ, pada pelafalan bahasa China, angka 4 dibaca shi yang jika diartikan bisa bermakna mati. Beda lagi dengan pelafalan bahasa Jepang, empat justru bermakna kesedihan. Sama-sama buruk kan? Sampai di sini paham? Jadi, karena hal-hal itulah, angka empat dianggap tabu untuk digunakan karena ditengarai nggak membawa keberuntungan.
Saking ngerinya, nggak cuma angka empat aja yang dihilangkan. Angka berbau empat pun ikut ditiadakan di beberapa hotel, baik dalam maupun luar negeri. (*)
