Bagi pecinta kaos khas Banyuwangi tentu sudah asing lagi dengan nama Distro Nagud! Banyuwangi yang sengaja mengusung konsep limited edition dalam setiap produknya.
Uniknya, Distro yang beralamat di jalan Wahid Hasyim 33 Banyuwangi (200 meter timur lampu merah perliman) Banyuwangi ini hanya dikelola sepasang suami isteri yang lebih mengandalkan sistem marketingnya via online dan getok tular alias dari mulut ke mulut.
Adalah Hendra Gunawan (34) , owner Nagud! Banyuwangi menuturkan nama Nagud! mulanya terinspirasi dari dialek keseharian masyarakat using Banyuwangi sendiri yang mayoritas berbahasa using.
Pada tahun 2012 bersama isterinya, Annisa Febby Chaurino, ia mulai membuat label Nagud! Banyuwangi sebagai nama produk-produknya. Seperti kaos, jaket, jamper, batik dan assesoris khas Banyuwangi lainnya.
“Kami memang sengaja mengusung nama-nama adat tradisi yang ada di Banyuwangi. Baik itu gambar maupun tulisan. "Alhamdulillah respon cukup bagus karena memang konsep yang kami tawarkan berbeda dengan produk lain. " kata Hendra kepada BanyuwangiTIMES.
Ia menambahkan, tidak ingin memproduksi kausnya dalam jumlah yang cukup banyak, apalagi dengan kualitas yang rendah.
Tidak heran jika Nagud! Banyuwangi dikenal hanya memproduksi satu desain hanya diproduksi untuk 18 potong. Mulai anak-anak hingga dewasa. "Sengaja terbatas dengan desain yang khas agar tidak pasaran," jelasnya.
Ia menjelaskan berangkat dari pengalaman pribadi saat menggunakan pakaian brended dengan kualitas yang bagus setidaknya akan menambah kepercayaan diri.
Ditambah dengan mengangkat kearifan lokal Banyuwangi seperti adat seni budaya. Setidaknya salah satu bentuk pengabdiannya adalah memperkenalkan potensi Banyuwangi melalui produknya.
Meski diproduksi dalam jumlah terbatas Hendra menuturkan produknya sudah tembus luar Banyuwangi. Seperti Denpasar, jakarta, Surabaya, Sulawesi hingga keluar negeri, Hongkong dan Taiwan.
“Kami juga sering mengirim produk kami hingga mancanegara. Selain itu, menerima order minimal 2 lusin,” tuturnya.
Untuk harga Hendra membandrol produknya kisaran Rp 80.000 - Rp 110.000 untuk kaos panjang maupun pendek sementara untuk harga jaket Rp 120.000 – Rp 150. 000.
“Untuk tas harganya Rp 60.000. Untuk batik kisaran Rp 100.000 sampai dengan Rp 600.0000,” ungkapnya.
Untuk satu desain, lanjut Hendra, biasanya gambar mampu diselesaikan sekitar satu minggu. Terkadang juga disesuaikan dengan mood. "Paling tidak satu bulan saya mengeluarkan minimal dua desain," ujarnya.
Tidak hanya kaos, Nagud! Banyuwangi juga menyediakan buku-buku berbahasa using memproduksi baju adat jebheng-thulik Banyuwangi dan kuliner khas Banyuwangi.
