Selain Pantai Pancer, Pacitan juga memiliki Pantai Klayar yang keindahannya tersimpan dan belum diketahui oleh banyak pelancong.
Pantai Klayar merupakan 10 pantai terbaik di Indonesia, karena banyak tebing tinggi dan air mancur setinggi 15 meter.
Keunikan tempat wisata ini adalah suara seruling samudra yang menyelimuti tebing-tebing tinggi di sekitar Pantai Klayar.
Pantai yang terletak di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo ini berjarak kurang lebih 40 km dari jantung kota Pacitan.
Meski harus melewati perbukitan yang berkelok-kelok sejauh 30 km, pesona alam yang mengagumkan di Pantai Klayar, seperti hamparan pasir putih yang luas, dan batuan karang yang tinggi tak membuat para pelancong patah semangat.
Ombak laut tidak seperti ombak di Pantai Pancer, karena gulungan ombak di Pantai Klayar lebih tinggi yakni mencapai enam meter. Pengelola pantai akhirnya memasang papan tulisan larangan mandi dan berenang di pantai.
Untuk dapat menikmati birunya air laut, wisatawan masih bisa melakukan aktiftas lainnya, mulai menikmati hembusan angin kencang, dan udara sejuk pantai, bermain pasir, hingga mengabadikan moment bersama keluarga atau kerabat.
Kerasnya dorongan gelombang air laut ke sela-sela batu karang mampu menghasilkan keunikan suara seperti seruling samudra.
Bukan hanya itu saja, pengunjung juga dapat menikmati air mancur setinggi 15 meter yang dihasilkan karena adanya ombak yang menghantam batu karang, sehinga air keluar dari celah batuan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Pacitan, Wasi Prayitno menegaskan, kabupaten yang terletak di ujung Provinsi Jawa Timur ini tak ubahnya ‘Surganya Pulau Jawa’ dan garis pantai yang indah dari sisi panorama alamnya dengan panjang 71 kilometer.
Untuk memuluskan perjalanan wisata, pemerintah setempat melebarkan jalan seluas enam meter. Anggaran yang dialokasikan pun tak tanggung-tanggung untuk perbaikan infrastruktur jalan, yakni sebesar Rp 24 miliar.
"Perhatian besar Pemkab Pacitan untuk infrastruktur jalan dengan dialokasikan Rp 24 miliar, salah satunya untuk pelebaran jalan 6 meter menuju Pantai Klayar," ungkap Wasi Prayitno
Untuk menunjang tempat penginapan, Wasi Prayitno mengaku Pemkab Pacitan saat ini berusaha menumbuhkan 48 home stay, dan 18 hotel. Bahkan di dekat pantai Klayar sudah banyak home stay yang siap menjadi tempat beristirahat.
"Banyak pengunjung mengeluh karena harus tidur di masjid. Pengunjung mengaku mempunyai uang banyak untuk menyewa penginapan, tetapi banyak yang penuh. Maka kita muliakan para tamu," papar Wasi.
Masyarakat yang hendak ke Pacitan harus merasakan jauhnya lokasi. Jika beranjak dari Surabaya, masyarakat harus menempuh delapan jam agar sampai ke daerah tersebut.
Pemkab sendiri sudah berupaya agar diberi ijin pembangunan bandara. Namun niat baik dalam menunjang transportasi tersebut selalu terkendala ijin dari Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).
"Anggaran sudah disiapkan untuk pembangunan bandara, tapi terkendala ijin dari AURI. Karena menjadi wilayah latihan TNI," terang Wasi.
Pengunjung dapat menikmati segernya air degan yang merupakan hasil panjatan pohonnya seharga Rp 10 ribu per biji. Berbagai macam camilan seperti kripik juga dapat dicicipi di sekitar pantai.(*)
