MALANGTIMES- Imbauan dari Dinas Pasar Kota Malang kepada para pedagang di Pasar Penampungan Sementara Merjosari untuk segera pindah ke Pasar Terpadu Dinoyo nampaknya masih belum banyak dituruti pedagang.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Hal ini terlihat dari pantauan MalangTIMES yang bertandang ke kedua lokasi tersebut, Selasa (27/09/2016). Nampak belum terlalu banyak pedagang yang mulai aktif berjualan di Pasar Terpadu Dinoyo dan masih bertahan di Pasar Penampungan Merjosari.
Jufri Naz, Operation Director PT. Hyrata Danadipa Raya yang merupakan pengelola Mall Dinoyo City dan Pasar Terpadu Dinoyo mengatakan, 6 bulan yang lalu secara fisik Pasar Terpadu Dinoyo sudah siapkan.
Permintaan dari pedagang pun sudah dipenuhi pihak pengembang. Seperti penambahan instalasi listrik dan pembongkaran dinding sekat.
"Saat ini juga kami juga sudah menyiapkan sekitar 700 kios yang siap pakai. Mungkin sekitar 400an pedagang yang tidak mau relokasi itu memang tidak niat ke sini, atau juga tidak punya hak dalam pasar ini," ujarnya(27/9/2016).
Atau bisa jadi, imbuhnya, ada kemungkinan para pedagang takut kalau di Pasar Terpadu Dinoyo sepi. Padahal menurutnya kalau melihat konsep yang ada, logikanya akan semakin rame.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Untuk jadwal perpindahan sendiri, dari pihak pengelola tidak memberikan batas waktu seperti sesuai dengan jadwal dari pemerintah yang menjadwalkan paling lambat tanggal 30 September.
"Para pedagang bebas masuk kapan saja, kita tidak membatasi. Pengelola pasar sendiri saat ini juga telah menyiapkan sekitar 195 kios untuk pedagang baru," tandasnya.
Saat ini untuk para pedagang yang sudah aktif di Pasar Terpadu Dinoyo sekitar sejumlah 50an orang dan sudah serah terima. "Namun bisa juga para pedagang yang belum pindah, karena menunggu temannya, jadi belum pindah karena saling menunggu," ujarnya.
