Boneka danbo yang biasanya terbuat dari kardus, kini bisa didapatkan dengan versi kayu dan berukuran mungil. Tingginya sekitar 8 cm dan dijadikan gantungan kunci. Boneka lucu itu diproduksi oleh warga Dusun Rejoso Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.
Tunik Zulaikah, salah seoang warga Dusun Rejoso Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu menjual aneka boneka yang identik dengan keberagaman ekspresi wajah tersebut. Ia menjualnya di galeri kerajinan tangan miliknya di Dusun Rejoso Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.
Tubuh danbo yang serba kubus dengan ekspresi wajah bingung, sedih, maupun senang kerap menjadi tokoh favorit para remaja. Maka dari itu, para remaja dan anak-anak adalah segmen utama pemasaran.
Banyak remaja yang memburu boneka yang terinspirasi dari komik karya Azuma Kiyohiko dari negeri sakura ini. Mereka pun datang ke galeri Tunik. ”Mungkin karena modelnya yang akrab bagi mereka, baik di internet maupun dari komiknya langsung. Jadi banyak yang mencari gantungan kayu danbo ini untuk souvenir maupun oleh-oleh,” jelas wanita 48 tahun ini.
Gantungan kunci danbo ini menjadi salah satu penyumbang keragaman kerajinan tangan hasil karya putra-putri Kota Batu yang bisa menjadi cindera mata bagi wisatawan. ”Gantungan danbo ini saya ambil (membeli) dari para remaja Dusun Rejoso sini yang belum punya pasar. Jadi saya bantu pasarkan,” kata wanita yang merintis bisinis kerajinan tangan sejak tahun 1997 ini.
Boneka danbo yang mungil tersebut dijual dengan harga Rp 4500 per biji. Pemasaran gantungan ini hampir di seluruh Kota Batu, terutama di Kecamatan Junrejo. (*)
