MALANGTIMES - Kemajuan teknologi yang begitu pesat dewasa ini, disatu sisi membawa dampak positif salah satunya penyebaran informasi yang begitu cepat. Namun disisi lain juga menimbulkan dampak negatif.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Kemajuan teknologi justru menjadi awal lahirnya generasi gadget yang cenderung cuek, asyik bermain dengan dunianya sendiri, sehingga kurang memiliki kepekaan sosial.
Berangkat dari keresahan inilah maka, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang menyelenggarakan acara Festival Padang Bulan 2016 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, pada 18-19 Mei 2016.
Festival ini ditujukan untuk memperkenalkan kembali kegiatan di masa lampau salah satunya, dolanan lawas yang kini mulai jarang dimainkan oleh anak-anak di era Millenium.
Beragam permainan tradisional yang dimainkan anak-anak jaman dulu antara lain, egrang, gobak sodor, petak umpet, englek hingga dakonan kembali ada di sini.
"Tujuan kita memang ingin mendidik anak-anak kita untuk mengingat kembali kegiatan di masa lampau, seperti dolanan itu. Yang pada intinya bisa memupuk rasa persaudaraan, silaturahmi dan kekeluargaan yang kental. Dalam dolanan itu ada rasa toleransi, toh jadi setelah melakukan kegiatan itu mereka seperti bersaudara," beber Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni saat ditemui MALANGTIMES, Rabu (18/5/2016) malam.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Menurut Ida, gelaran perdana Festival bertajuk Padang Bulan Ing Malang Lawas 2016 ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan, sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Malang.
Sementara itu Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan di era globalisasi dan keterbukaan informasi saat ini, menyebabkan proses akulturasi budaya tak terhindarkan lagi sehingga kehadiran acara ini diharapkan bisa menjadi penangkal hal tersebut.
“Festival Padang Bulan ini luar biasa, Ini memang baru awal nanti kami harap gaungnya akan lebih maksimal lagi dan bisa menjadi agenda rutin tahunan Kota Malang," tukasnya. (*)
