Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Turis Malaysia Mulai Mengalir Masuk Kota Batu

Penulis : Nurliana Ulfa - Editor : Redaksi

04 - May - 2016, 16:50

Placeholder
MENARIK TURIS: Salah satu sudut pemandangan kawasan Jatim Park 1 Kota Batu dipotret dari atas. (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)

MALANGTIMES – Wisatawan asal Malaysia yang masuk ke Kota Batu mulai pertengahan tahun ini bakal terus bertambah. Salah satu pemicunya, pihak Jawa Timur Park Group sebagai pengelola wisata terbesar di Kota Batu menandatangani nota kesepahaman dengan agen travel besar di Malaysia.

Travel agent besar dan bonafit di negeri jiran itu anggota Malaysia Association of Tour and Travel Agents (MATTA). Mereka akan menjual Jawa Timur Park Group kepada para travel agent lainnya dan wisatawan di Malaysia.

Sebelumnya secara bertahap, agen travel Malaysia telah membawa turis Malaysia masuk ke Kota Batu. Salah satunya adalah Sutra Travel dari Malaysia yang masuk ke Kota Batu Jumat (29/5/2016) hingga Senin (2/5/2016) lalu.

Marketing and Public Relation Manager Jawa Timur Park Group Titik S. Ariyanto membenarkan kabar itu. Menurutnya perjanjian kerja sama akan dilakukan pada bulan (Mei) ini.

”Mereka sangat kagum dengan Kota Batu beserta destinasi-destinasi wisatanya. Meski belum ada target jumlah wisatawan yang dibawa kemari, namun ini awal kita menjajaki pasar Malaysia sebagai wisatawan asing terbanyak yang datang ke Indonesia,” jelas Titik.

Dengan adanya kerjasama itu, masyarakat Kota Batu pun dapat melihat kehadiran para turis asing ini sebagai peluang.

Mereka dapat menawarkan hal-hal ikonik Kota Batu yang bakal dilirik oleh para wisatawan ini. Misalnya kuliner dan oleh-oleh.

”Iya, oleh-oleh diperlukan. Buktinya travel agent Malaysia kemarin borong keripik tempe dari Malang. Jadi masyarakat Kota Batu pasti juga bisa,” imbuhnya.

Namun di sisi lain, lanjut Titik, masyarakat juga harus bisa memberikan pelayanan yang baik seperti keramahan dan kemampuan Inggris dalam percakapan dasar.

”Minimal info produksi, bahan, tanggal kedaluwarsa, bisa dijelaskan dalam bahasa Inggris. Itu biasanya ditanyakan wisatawan,” papar Titik.

Selain itu juga diperlukan beberapa fasilitas penunjang untuk para wisatawan asing. Misalnya money changer, peta wisata bilingual (Indonesia-Inggris), dan penunjuk arah bilingual. (*)


Topik

Wisata Jawa-Timur-Park-Group



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurliana Ulfa

Editor

Redaksi