BMKG: Monsun Asia hingga Bibit Siklon Picu Angin Kencang di Wilayah Malang Raya

27 - Jan - 2026, 11:27

Cuaca di kawasan Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang membeberkan penyebab angin kencang yang melanda Malang Raya. Fenomena cuaca tersebut diperkirakan masih berpotensi terjadi seiring puncak musim hujan di Jawa Timur.

Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Maksum Purwanto, mengatakan bahwa salah satu faktor utama adalah menguatnya monsun Asia yang berinteraksi dengan pola pertemuan angin atau konvergensi di wilayah Jawa Timur. Kondisi ini diperparah dengan adanya gangguan atmosfer Equatorial Rossby yang turut meningkatkan potensi cuaca ekstrem.

Baca Juga : Gempa M 5,5 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Malang dan Yogyakarta

“Aktifnya monsun Asia yang diperkuat oleh konvergensi dan gangguan Equatorial Rossby membuat dinamika atmosfer menjadi lebih intens,” ungkap Maksum, Selasa (27/1/2026).

Tak hanya itu, BMKG juga mencermati pergerakan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi Jawa Timur. Fenomena tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya pembentukan awan hujan, terutama awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

“Suhu muka laut di perairan Selat Madura terpantau cukup signifikan, ditambah kondisi atmosfer lokal yang labil. Ini sangat mendukung pertumbuhan awan-awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” imbuh Maksum.

BMKG juga mendeteksi keberadaan bibit siklon tropis 91S di wilayah selatan Indonesia yang ikut memengaruhi peningkatan kecepatan angin di Jawa Timur. Berdasarkan analisis angin gradien pada ketinggian sekitar 3.000 kaki, kecepatan angin sempat mencapai 32 knot dengan arah dominan dari barat.

“Pola angin tersebut membentuk konvergensi yang berpotensi memicu cuaca ekstrem, termasuk angin kencang,” tambah Maksum.

Seiring dengan kondisi tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung pada periode 21 hingga 30 Januari 2026. Seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Malang Raya, berpeluang terdampak.

Baca Juga : Ingin Hajat Mudah Terkabul? Amalkan Shalawat Munjiyat Berikut Ini

“Saat ini Jawa Timur sudah masuk musim hujan, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026,” ungkap Maksum.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.

“Kami mengajak masyarakat untuk rutin memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG. Informasi tersebut kami perbarui secara berkala agar bisa menjadi acuan aktivitas masyarakat dari pagi hingga malam hari,” tutup Maksum.