Unisba Blitar Masuki Babak Baru: Prof. Suyitno Dikukuhkan sebagai Guru Besar Manajemen Pendidikan
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
24 - Jan - 2026, 01:23
JATIMTIMES - Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar memasuki babak baru dalam perjalanan akademiknya. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, kampus ini mengukuhkan seorang Guru Besar. Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Profesor dalam bidang kepakaran Manajemen Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Sabtu (24/1/2026), di Aula Terbuka Unisba Blitar.
Pengukuhan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 43458/M/KPT.KP/2025 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen. Dalam keputusan itu ditegaskan bahwa Prof. Suyitno memenuhi seluruh persyaratan akademik dan kompetensi untuk diangkat sebagai Profesor/Guru Besar terhitung mulai 1 Oktober 2025.
Keputusan Menteri tersebut ditetapkan di Jakarta pada 17 Oktober 2025 dan ditandatangani Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, serta ditembuskan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, dan Rektor Universitas Islam Balitar.

Tonggak Akademik Unisba Blitar
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Unisba Blitar, Dr. Soebiantoro, MSI. Dalam pengukuhannya, rektor menegaskan bahwa pengangkatan Guru Besar ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum strategis bagi penguatan institusi dan pembangunan sumber daya manusia.
“Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 43458/M/KPT.KP/2025 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen, maka hari ini, Sabtu, 24 Januari 2026, saya selaku Rektor Universitas Islam Balitar dengan resmi mengukuhkan Saudara Prof. Dr. Suyitno, M.Pd. sebagai Profesor atau Guru Besar dalam ranting ilmu kepakaran Manajemen Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Balitar,” ujar Soebiantoro dalam prosesi pengukuhan.
Ia berharap amanah keilmuan tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberi manfaat luas. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan, hidayah, dan bimbingan kepada Saudara dalam mengemban amanah keilmuan yang mulia ini, bagi kemajuan universitas, masyarakat, bangsa, dan negara,” lanjutnya.

Kematangan Institusi dan Tradisi Keilmuan
Dalam sambutannya, Rektor Unisba Blitar menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar pertama ini menandai kematangan institusi secara akademik dan moral.
“Hari ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan akademik Universitas Islam Balitar. Untuk pertama kalinya sejak Unisba Blitar berdiri, kita menyelenggarakan pengukuhan Guru Besar. Peristiwa ini menandai kedewasaan keilmuan dan kesungguhan Unisba Blitar dalam membangun tradisi akademik yang unggul, berkarakter, dan bermartabat,” kata Soebiantoro.
Ia menekankan bahwa Guru Besar bukan sekadar gelar akademik tertinggi, melainkan amanah keilmuan dan tanggung jawab moral. Dalam perspektif keislaman, lanjutnya, ilmu adalah cahaya yang harus dijaga, dikembangkan, dan diabdikan untuk kemaslahatan umat.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan komitmen bahwa ilmu harus dihadirkan melalui penelitian yang jujur, bermutu, serta pengabdian yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Profesionalisme Guru di Era Disrupsi
Sebagai bagian dari prosesi, Prof. Suyitno menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Profesionalisme Guru dalam Perspektif Manajemen Pendidikan: Strategi Transformasi dan Humanisasi di Era Disrupsi.” Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa jabatan Guru Besar bukan puncak perjalanan, melainkan titik tolak pengabdian yang lebih luas.
“Pengukuhan sebagai Guru Besar bukanlah sekadar capaian akademik, melainkan amanah keilmuan dan tanggung jawab moral. Jabatan ini bukan puncak perjalanan, melainkan titik tolak pengabdian yang lebih luas bagi ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kemanusiaan,” kata Suyitno.
Ia menyoroti bahwa di tengah disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan sosial yang cepat, profesionalisme guru justru menjadi semakin strategis. Guru, menurutnya, tidak akan tergantikan oleh teknologi, melainkan harus ditempatkan sebagai pengelola human capital pendidikan.
“Profesionalisme guru tidak cukup dimaknai sebagai pemenuhan administratif atau kepemilikan sertifikat. Profesionalisme adalah integrasi antara kompetensi, karakter, dan kesadaran reflektif,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkot Terapkan Kebijakan Baru soal Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya untuk SMA Sederajat
Suyitno menegaskan bahwa selain empat kompetensi guru yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, pendidikan kontemporer juga menuntut dua dimensi tambahan berupa kompetensi psikologis dan inovasi pembelajaran.
“Guru tidak hanya mengelola kelas, tetapi juga mengelola jiwa manusia. Di sinilah kompetensi psikologis menjadi kunci, agar pendidikan tetap manusiawi di tengah dominasi teknologi,” katanya.

Sinergi Kampus, Pemerintah, dan Daerah
Pengukuhan Guru Besar ini juga mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan. Acara tersebut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, jajaran pemerintah daerah Kota dan Kabupaten Blitar, pimpinan perguruan tinggi, serta civitas akademika.
Rektor Unisba Blitar menilai kehadiran para pemangku kepentingan tersebut sebagai simbol kuatnya kolaborasi dalam pembangunan pendidikan daerah.
“Pendidikan adalah fondasi kemajuan bangsa. Kehadiran Guru Besar di Unisba Blitar merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mewujudkan amanat konstitusi: mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Soebiantoro.
Ia menambahkan, sejalan dengan visi Unisba Blitar sebagai entrepreneurial university yang berlandaskan nilai-nilai Islam, keunggulan akademik harus berdampak nyata bagi masyarakat.

Babak Baru Pembangunan SDM
Dengan dikukuhkannya Guru Besar pertama ini, Unisba Blitar menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus bertumbuh dan berkontribusi dalam pembangunan pendidikan, khususnya di Blitar Raya.
Pengukuhan Prof. Dr. Suyitno, M.Pd. tidak hanya memperkuat kapasitas akademik kampus, tetapi juga menjadi simbol komitmen Unisba Blitar dalam membangun tradisi keilmuan, memperkuat profesionalisme pendidik, dan menyiapkan sumber daya manusia unggul di tengah tantangan zaman.
Momentum ini menandai langkah Unisba Blitar memasuki fase baru sebagai institusi pendidikan tinggi yang semakin matang secara akademik, kokoh secara nilai, dan relevan bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara.

