Ternyata Bukan Karena Jorok, Inilah Negara-Negara yang Penduduknya Jarang Mandi

Reporter

Mutmainah J

21 - Jan - 2026, 06:55

Ilustrasi mandi. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Kebiasaan mandi ternyata berbeda-beda di setiap negara dan sangat dipengaruhi oleh budaya, iklim, hingga cara pandang masyarakat terhadap kesehatan kulit. Jika di negara tropis mandi dua kali sehari dianggap wajar, di beberapa negara lain mandi tidak dilakukan setiap hari dan justru dinilai lebih sehat jika tidak terlalu sering.

Anggapan bahwa kebiasaan jarang mandi berarti kurang menjaga kebersihan tidak sepenuhnya benar. Di sejumlah negara, frekuensi mandi yang lebih sedikit dilakukan dengan alasan ilmiah, tradisi, hingga faktor lingkungan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa negara yang dikenal memiliki kebiasaan mandi relatif jarang dibanding negara tropis.

Baca Juga : Kalender Jawa Rabu Pon 21 Januari 2026: Awas Emosi Kerap Tak Terkontrol

Jepang

Masyarakat Jepang rata-rata mandi sekitar 2–3 kali dalam seminggu. Bagi orang Jepang, mandi bukan sekadar membersihkan tubuh, melainkan bagian dari ritual relaksasi dan penyembuhan. Oleh karena itu, mandi biasanya dilakukan pada malam hari setelah beraktivitas seharian, bukan di pagi hari.

Orang Jepang percaya bahwa mandi terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami kulit dan rambut sehingga menyebabkan kulit menjadi kering. Selain itu, kebiasaan berendam di air hangat (ofuro) lebih diutamakan dibanding mandi cepat dengan shower. Kebersihan tetap dijaga dengan cara lain, seperti mencuci tangan, wajah, dan kaki secara rutin.

Korea Selatan

Di Korea Selatan, frekuensi mandi umumnya sekitar 3–4 kali dalam seminggu. Banyak orang Korea meyakini bahwa mandi terlalu sering dapat mengganggu keseimbangan alami kulit. Karena itu, mereka lebih fokus pada perawatan kulit (skincare) dibanding frekuensi mandi.

Selain itu, cuaca yang lebih dingin di sebagian besar waktu dalam setahun membuat tubuh tidak mudah berkeringat seperti di negara tropis. Budaya jjimjilbang atau pemandian umum juga membuat mandi menjadi aktivitas tertentu, bukan rutinitas harian yang wajib dilakukan setiap pagi.

Arab Saudi

Penduduk Arab Saudi rata-rata mandi 3–4 kali dalam seminggu, terutama karena faktor lingkungan. Air merupakan sumber daya yang sangat berharga di wilayah Timur Tengah, sehingga penggunaannya dijaga dengan ketat, termasuk untuk mandi.

Selain alasan konservasi air, masyarakat Arab Saudi juga terbiasa menjaga kebersihan dengan cara lain, seperti berwudu beberapa kali sehari dan menggunakan wewangian. Dalam budaya setempat, kebersihan tidak selalu identik dengan sering mandi, melainkan bagaimana tubuh tetap bersih dan nyaman tanpa pemborosan air.

Prancis

Prancis juga termasuk negara dengan frekuensi mandi yang relatif rendah, yakni sekitar 2–4 kali seminggu. Banyak orang Prancis percaya mandi setiap hari justru dapat menghilangkan minyak alami kulit. Mereka lebih memilih membersihkan bagian tubuh tertentu dan menjaga pakaian tetap bersih.

Penggunaan parfum juga menjadi bagian dari budaya kebersihan sehari-hari di Prancis.

Jerman

Di Jerman, terutama saat musim dingin, mandi 2–3 kali seminggu tergolong wajar. Iklim yang sejuk membuat tubuh jarang berkeringat. Selain itu, masyarakat Jerman dikenal cukup sadar akan kesehatan kulit dan efisiensi energi, termasuk penggunaan air hangat.

Inggris

Sebagian penduduk Inggris tidak mandi setiap hari, khususnya saat cuaca dingin. Mandi 2–4 kali seminggu dianggap memadai selama tubuh tetap bersih. Banyak orang memilih mandi singkat atau membersihkan tubuh secara parsial.

China

Di beberapa wilayah China, terutama daerah dengan musim dingin panjang, mandi tidak dilakukan setiap hari. Tradisi lama bahkan menganggap mandi terlalu sering saat cuaca dingin dapat memicu penyakit. Hingga kini, mandi 3–4 kali seminggu masih umum di sejumlah daerah.

Baca Juga : Pemkab Malang Segera Perbaiki 8 Puskesmas di Tahun 2026

Rusia dan Negara Nordik

Rusia serta negara-negara Nordik seperti Swedia dan Norwegia juga dikenal memiliki kebiasaan mandi jarang, terutama saat musim dingin. Mandi sering dikombinasikan dengan sauna atau banya, yang dianggap lebih efektif untuk membersihkan tubuh sekaligus relaksasi.

Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Jarang Mandi

Beberapa faktor utama yang membuat suatu negara memiliki kebiasaan mandi lebih jarang antara lain:

• Iklim: Negara beriklim dingin cenderung membuat tubuh jarang berkeringat.

• Kesehatan kulit: Terlalu sering mandi bisa menghilangkan minyak alami kulit.

• Budaya dan kebiasaan: Mandi dianggap sebagai ritual relaksasi, bukan kewajiban harian.

• Lingkungan dan sumber daya: Ketersediaan air memengaruhi frekuensi mandi.

Para ahli kesehatan kulit menyebutkan bahwa mandi tidak harus dilakukan setiap hari selama kebersihan tubuh tetap dijaga. Membersihkan bagian tubuh tertentu, mengganti pakaian secara rutin, dan menjaga kebersihan tangan dapat menjadi alternatif untuk tetap sehat meski tidak sering mandi.